RUNNING NEWS :
Loading...
TERKINI

Aktivis LSM Tuding Kejaksaan lamban


Kasus Penyimpangan Hibah Ternak Sapi di Bondowoso


Bondowoso, Pojok Kiri-
Kasus dugaan penyimpangan dana hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur Tahun Anggaran 2017 berupa hewan ternak sapi, menjadi perhatian serius Kejaksaan Negeri Bondowoso. Bahkan saat ini, pihak Kejaksaan fokus mendalami kasus tersebut, dengan melakukan Pulbaket dan Puldata.



Atas penanganan kasus tersebut, LSM Aliansi Kebijakan Publik (AKP) dan LSM Raung Center, menuding Kejaksaan lamban. Sebab laporan sudah lebih dari 1 bulan, tetapi proses hukumnya masih berjalan di tempat.



Menanggapi hal itu, Kejaksaan mengaku penanganan kasusnya terus berjalan. “Proses masih terus jalan. Bahkan perkembangan dari hasil telaah dan pendalaman, terus dilakukan dan dilaporkan ke Kasi Pidsus,” kata Kepala Sub Seksi Penyidikan pada Seksi Tindak Pidsus Kejaksaan Negeri Bondowoso, Romi Prasetyo Niti Sasmito.



Romi menambahkan, selain tuntutan peningkatan kuantitas dalam penanganan korupsi di Bondowoso, dirinya juga menekankan untuk meningkatkan kualitas data dari kasus yang sedang ditangani.



“Nanti perkembangannya seperti apa, akan terus kita pantau,” jelasnya.



“Kami tidak asal panggil orang, untuk dimintai keterangan. Kami masih melakukan Puldata dan Pulbaket. Jika ditemukan peristiwa tindak pidana, baru kita tingkatkan untuk melakukan penyelidikan,” tambah Romi.



Untuk informasi, kasus korupsi dana hibah Pemprov Jawa Timur Tahun 2017 berawal dari laporan LSM AKP dan LSM Raung Center. Hasil investigasi kedua LSM tersebut, menemukan unsur dugaan penyimpangan Dana Bantuan di Kabupaten Bondowoso.



Temuannya, alamat penerima yang tidak sesuai. Juga jumlah sapi yang di temukan di kandang, tidak sesuai dengan data yang dimilikinya. Dana Hibah Pemprov Jatim 2017 yang disalurkan kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) mencapai 10, 28 Milyar. (sam/ lah)

TERDAKWA PEMILIK SABU, SANGKAL KETERANGAN SAKSI PENANGKAP.

Terdakwa Andik Suwito 31 tahun asal Ds.Wadungasri Sidoarjo, menjalani sidang di PN.Surabaya, Senin (12/11/2018).
 Surabaya,Pojok Kiri

Terdakwa narkoba berkelit dalam persidangan saat ditanya Hakim terkait keterangan saksi, ada yang salah pak Hakim barang itu adalah sisa (bekas pakai semua) ucap terdakwa.

Dalam sidang yang dipimpin Dede Suryaman ini beragendakan dakwaan dan dilanjut dengan keterangan saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Duta Melia dari Kejari Tanjung Perak menghadirkan saksi penangkap guna  memberikan keterangannya.

Dalam keterangannya, saksi menuturkan jika awal kejadian perkara ini bermula pada Rabu 25 Juli 2018 sekira pukul 03'00 wib, dimana terdakwa Andik Suwito 31 tahun asal Ds.Wadungasri Sidoarjo ini menelpon Mat (DPO) bermaksud membeli sabu sebanyak (1/2) setengah gram dengan kesepakatan harga Rp 600,000;.

Kemudian permintaan terdakwa disetujui oleh Mat (DPO), selanjutnya terdakwa berangkat menuju rumah Mat di Ds.Parseh Bangkalan Madura, setelah sampai dirumah yang dituju terdakwa menyerahkan uang Rp 600,000; (enam ratus ribu rupiah) kemudian pada pukul 05'00 wib Mat (DPO) menyerahkan (1) satu poket sabu seberat (1/2) setengah gram.

Selanjutnya setelah menerima sabu tersebut terdakwa segera meninggalkan rumah Mat (DPO) untuk menuju pulang kerumahnya, sesampainya dirumah sabu tersebut dibagi menjadi (4) empat bagian dengan menggunakan sebuah timbangan elektrik.

Yang selanjutnya terdakwa menjualnya kepada teman temannya yang bernama Tompel (DPO) dan Dimas (DPO) serta Egar (DPO) juga kepada Hadi (DPO), lantas dikonsumsi bersama dirumah terdakwa dan sisanya disimpan.

Adapun sisa sabu dengan berat masing masing 0,34 gram, 0,35 gram, 0,33 gram, 0,24 gram, beserta bungkusnya disimpan didalam bungkus rokok Gudang Garam kemudian disimpan didalam lemari pakaian kamar terdakwa.

Selanjutnya pada Senin 30 Juli 2018 sekira pukul 16'30 wib, saksi Bayu Januardi bersama saksi Supinan yang keduanya merupakan anggota Polrestabes Surabaya mendapat informasi dari masyarakat terkait penyalagunaan narkoba yang dilakukan oleh terdakwa.

Lantas tim anggota dari Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan dikawasan tersebut, alhasil dari informasi tersebut ternyata benar hingga pada 30 Juli 2018 sekira pukul 16'30 wib petugas melihat laki laki yang mencurigakan keluar masuk rumah melihat keadaan sekitar dengan raut wajah gelisah.

Selanjutnya petugas segera bergerak melakukan penangkapan terhadap terdakwa, saat digeledah petugas mendapatkan barang bukti berupa (1) satu poket sabu seberat 0,34 gram, (1) poket sabu seberat 0,35 gram, (1) satu poket sabu seberat 0,33 gram, (1) satu poket sabu seberat 0,24 gram, serta (2) dua buah timbangan elektrik, (3) tiga bungkus plastik klip kosong, serta seperangkat alat hisap sabu (bong).

Kemudian terdakwa beserta barang buktinya segera dibawa ke kantor Satresnarkoba Polrestabes Surabaya guna penyidikan lebih lanjut.

Atas semua keterangan saksi, tidak semua dibenarkan oleh terdakwa yang ketika itu didampingi kuasa hukumnya Sandhy Krisna dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak.

Karena perbuatan terdakwa, kini JPU menjeratnya sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.(sw).

Tentara Indonesia dan Singapura Latihan Bersama di Asembagus

 
Suasana saat latihan bersama TNI AD dan SAF di Dodik Latpur Asembagus, Situbondo. (asr)

Hadapi Tantangan dan Proyeksi Konflik Asia Pasifik
Situbondo,  Pojok Kiri- Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman, Senin (12/11) kemarin resmi membuka Latihan Bersama (Latma) TNI AD dengan Singapures Armed Force (SAF) Safkar Indopura ke-30, di lapangan Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya, Kecamatan Asembagus Situbondo.



Dalam penyampaianya, saat pembukaan upacara Safkar Indopura-30, Letjen TNI Tatang Sulaiman menyebutkan, usia 30 tahun hubungan kerjasama kedua negara merupakan  hubungan yang sudah dewasa. Sehingga dengan Latma menjadi sarana dalam memelihara dan mempererat hubungan, Angkatan Darat dari kedua negara. Yakni, Indonesia dengan Singapura.



"Interaktif antar prajurit peserta latihan, dapat menjadi ruang yang efektif dan efisien, dalam membangun komunikasi dan berbagi pengalaman. Sehingga nantinya tumbuh saling percaya, saling mengerti dan saling menghargai antar kedua angkatan darat," ujar Wakasad Tatang.



Tatang menilai, Antara TNI-AD dan SAF sama - sama menyadari Confidence Building Measure (CBM), yang kokoh. Menjadi sangat penting, menjalin hubungan bilateral yang kuat dan harmonis antar kedua negara. Untuk menyikapi berbagai macam tantangan dan poyeksi konflik yang bisa timbul dimasa mendatang, khususnya di kawasan Asia Pasifik.



"Indonesia saat ini memiliki peran sangat penting, dalam membentuk  arah perkembangan dunia di masa depan. Hendaknya dalam latma ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, dengan penuh keseriusan. Guna meningkatkan kapasitas, kapabilitas dan profesionalisme kemampuan militer masing-masing prajurit," lanjutnya.



Sementara itu, Chief of Staff General Staff SAF BG Siew Kum Wong dalam sambutannya mengatakan, TNI AD - SAF setelah melakukan latma bahkan hampir setiap tahun. Sehingga memberikan kesempatan kepada tiap-tiap pihak, lebih memahami metode kerja masing-masing.



Serta mengetahui  cara melakukan operasi, untuk menuju arah terciptanya koordinasi yang baik. "Terima kasih buat Tentara indonesia, yang sudah bersedia berbagi ilmu dan ide. Sehingga mampu memecahkan persoalan yang ada,” tuturnya.



Sementara itu, Kepala penerangan Kodam (Kapendam)V /Brawijaya Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto menambahkan, Latma Safkar Indopura ke-30 ini melibatkan 290 personil TNI AD dan 170 tentara Singapura.



"Dalam Latihan kali ini, kita juga menampilkan Ranpur Main Battle Tank Leopard buatan jerman dan Ranpur Recovery varian Panser Anoa buatan PT Pindad. Serta berbagai macam persenjataan dan peralatan militer. Antara lain, pistol G2, senapan serbu SS 2 Pindad Canon SM5, SIM 2, SO Minimi dan GLM yang semuanya juga buatan PT Pindad," katanya.



Setelah pembukaan Safkar Indopura ke-30,  seluruh pasukan kedua negara berkumpul melakukan yel-yel dan foto bersama. (asr/ lah)

Rekap DPTHP-2 Pemilu di Bondowoso, Banyak Orang Mati Hidup Lagi

Rapat Pleno Terbuka Rekap DPTHP-2. (sam)


Bondowoso, Pojok Kiri- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bonodowoso melaksanakan Supervisi Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPTHP-2 tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan(PPK), di seluruh kecamatan.



Masih banyak ditemukan pemilih meninggal, masih terdaftar sebagai pemilih. Sebagian pihak menyebutkan, orang mati hidup lagi. Juga pemilih yang dicoret karena Tidak Memenuhi Syarat (TMS), muncul lagi dalam DPTHP-2.



Saifullah, Ketua Tim Supervisi mengatakan supervisi itu dilakukan, untuk mengecek Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-2) dari hasil coklit terbatas, yang di laksanakan sebelumnya. Saat ini masih ditemukan data Tidak Memenuhi Syarat (TMS) terdaftar sebeagai pemilih.



“Sebelumnya KPU telah melakukan Coklit terbatas. Sekarang KPU melakukan supervisi terhadap hasil Coklit tersebut. Agar data pemilih betul-betul valid,” kata Saiful, panggilan akrabnya



Karena, pemilih yang meninggal dunia dan pindah keluar kota, dan lain-lain masih belum terhapus dalam DPT. Misalnnya, di Kecamatan Curahdami. Dari data yang direkap DPTHP-2 ditingkat kecamatan, DPT berjumlah 25.123.



Dari puluhan ribu DPTHP-2 yang diinput, yang MS (Memenuhi Syarat) 486 dan TMS (Tidak Memenuhi Syarat) sebanyak 1.811. Pemilih yang terdaftar dalam DP4 Non DPTHP yang memenuhi syarat, sudah diinput SIDALIH secara tuntas.



“Kami menginginkan data pemilih betul-betul valid. Sebab salah satu indikasi Pemilu berkualitas, apabila validasi data sudah ok. Kalau masih amburadul, ini akan mengganggu proses Pemilu,” kata Saiful.



Komisioner KPU Devisi Teknisini juga mengatakan, PPK dan PPS harus meningkatkan koordinasi dalam menginput data. Karena masih terdapat data-data yang TMS dan lainnya. (sam/ lah)

Dinas Pertanian Tertutup, Camat dan Kades Ikut Bungkam

Caption; Bantuan ayam joper, sebelum didistribusikan. (fur)


Bantuan Ayam Bekerja di Bondowoso Disalahgunakan?

Bondowoso, Pojok Kiri- Dugaan penyalahgunaan bantuan Ayam Jowo Super (Joper) dalam Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) 2018, dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI, yang didistribusikan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mulai menguat.



Program ini terkesan ditutup-tutupi Dinas terkait, yakni Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Bondowoso. Padahal faktanya, banyak persoalan di lapangan, mulai dari lambannya dan dugaan bancakan dana pengadaan kandang, hingga banyaknya ayam yang mati usai didistribusikan.



Penelusuran Pojok Kiri, Kabupaten Bondowoso mendapatkan bantuan ini yang tersebar di semua desa pada 3 Kecamatan. Yakni, Kecamatan Binakal 8 desa, Kecamatan Grujugan 11 desa dan Kecamatan Sumberwringin 6 desa. Tercatat ada 11.365 rumah tangga miskin (RTP) sebagai penerima manfaat.



Sugeng, Koordinator program Bekerja Kabupaten Bondowoso mengatakan, penanggungjawab program adalah Dinas Pertanian setempat. Sementara Camat dan Kepala Desa (Kades) selaku penanggungjawab sesuai tingkatannya masing-masing.



“Penanggungjawab program adalah dinas Pertanian Bondowoso. Sedangkan di kecamatan adalah camat. Di desa ada Kades, sebagai penanggungjawab, semua ber-SK pejabat diatanya,” jelas Sugeng, singkat.



Namun Sugeng enggan menjelaskan lebih detail, siapa pihak yang mendistribusikan ayam tersebut. Alasannya, program tersebut dari Kementan RI langsung, sehingga proses tendernya di Kementerian. Sementara dinas terkait, hanya menjalankan programnya.



Sementara, Kepala Distanhut Bondowoso, H Munandar pun sulit dihubungi dan kerap menghindar, saat hendak dikonfirmasi persoalan program tersebut.



Padahal banyak temuan di lapangan, mulai dari banyaknya ayam yang mati. Bahkan ada sejumlah penerima, yang 50 ayam bantuan mati semua, usai didistribusikan. Belum lagi, adanya dugaan penyalahgunaan pengadaan kandang ayam. Sebab diketahui, anggaran kandang tersebut sebesar Rp500 ribu per RTM penerima.



Misalnya, sejumlah penerima seperti yang terjadi di Desa Bendelan Kecamatan Binakal, hanya diberi uang Rp70 ribu dan disuruh membuat sendiri. Ada lagi warga yang menerima kandang dengan kondisi jelek, namun ditarik biaya Rp15 ribu untuk transportasi.



Informasinya, untuk pengadaan ayam joper dan pakan di Kabupaten Bondowoso ini, menelan anggaran yang bersumber dari APBN, hampir mencapai Rp40 Miliar. Itupun belum termasuk anggaran untuk pengadaan kandang, kisaran mencapai Rp5 Miliar lebih.



Disebut-sebut, pemenang tender pengadaan ayam dan pakan adalah CV Sila Kelima, yang beralamat di Kota Surabaya. Sayangnya, hingga kini pihak CV belum berhasil dikonfirmasi. Sehingga belum diketahui, apakah ayam yang mati itu akan diganti atau bagaimana? (fur/ lah)
SURABAYA
MOJOKERTO
JOMBANG
KEDIRI
MADURA
BATU
PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas