RUNNING NEWS :
Loading...

Gedung SDN.Sambikerep II,III, Tanpa Besi Pada Beton Balok di Lantai III.

Baca Juga

Foto. Gedung sekolahan SDN.Sambikerep II,III, yang telah digunakan belajar mengajar, tidak menegetahui kalau balok portal 20/40 di lantai III, yang tanpa diberikan besi beton sebagai kekuatan struktur gedung, akan sangat rawan roboh pada kekuatan struktur gedung bertingkat tersebut, dipastikan akan menelan korban nantinya.


Gedung Rawan Roboh, Belum Ada Pemeriksaan Pihak Kejaksaan.


 Surabaya, Pojok Kiri


Data yang dihimpun oleh Pojok Kiri dari beberapa pekerjaan struktur gedung di Sekolahan SDN.Sambikerep II,III, masih ada beberapa penyimpangan serius yang akan berakhir menelan korban jiwa pada siswa yang melakukan aktifitas belajar di sekolahan tersebut, jika masih tetap tidak diantisipasi lebih awal oleh pihak Dinas terkait, atau dapat menjadikan pemeriksaan dari pihak kejaksaan, terkait beberapa penyimpangan struktur yang terdapat pada sekolahan baru tersebut.

Terkuaknya penyimpangan fatal yang ada, diketahui oleh Pojok Kiri setelah mendapatkan informasi dari salah satu mandor pekerja pada proyek pembagunan gedung SDN.Sambikerep II,III. Setelah beberapa bulan lamanya diserah terimakan gedung sekolahan pada Anggaran APBD TA. 2017. Gedung Sekolahan yang baru dibangun memiliki tiga lantai dengan struktur pentup atap dek beton bertulang.

Salah satu pengakuan mandor sipil kepada Pojok Kiri yang saat pelaksanaan struktur beton bertulang pada kekuatan fisik gedung tersebut, mengetahui adanya pekerjakan beton bertulang Balok Portal 20/40 (tepi tangga atas tembok) di lantai III hedung yang saat itu dikerjakan, “ balok itu tidak diberi tulangan besi beton mas, oleh perintah Kontraktornya, justru hanya disulap dengan benangan mainan saja. Balok portal beton ukuran dimensi 20/40 dengan panjang bentang 5 meter, " itu tidak ada besi bertulangnya mas, hanya tipuan mainan saja.” jelas mandor tersebut yang namanya tidal mau dikorankan.

Bukan hanya sampai di permasalahan pekerjaan balok portal ukuran dimensi 20/40 saja yang disulap tanpa dikerjakan pada struktur beton di lantai III gedung. Masih pengakuan mandor pelaksana yang saat itu ada dilapangan , kontraktor juga menyulap pekerjaan pintu ruangan yang berjumlah 10 daun pintu, pada pelaksanaannya tidak dikerjakan sesuai spesifikasi bahan yang disyaratkan. Yang seharusnya daun pintu tersebut menggunakan bahan kayu panil, namun oleh kontraktor dari 10 pintu ruangan kelas tersebut memakai double triplek tebal 4 mm, yang informasinya konttaktor pelaksana melaksanakan hal tersebut juga mendapat dukungan pengawas lapangan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Pemkot Surabaya, naungan Bidang Permukiman.

Kontraktor pelaksana PT.BUDI KARANA JAYA ironisnya lagi, pada pemberitaan sebelumnya, dari data yang dihimpun Pojok Kiri dilapangan, juga belum membayar beberapa pekerja yang ikut membantu dalam proyek tersebut, justru sampai sekarang beberapa pekerja yang mengesub. Pekerjaan gedung tersebut sekitar Rp.300 juta belum terbayarkan.

Menurut sumber yang juga memiliki pekerja di proyek tersebut “ Saya sendiri saja belum terbayar sekitar 6 juta, kalau saya tidak seberapa mas, tapi rekan-rekan lain yang mengisi pekerjaan diberbagai item itu malah besar-besar nilainya yang belum terbayar, jelas mandor lapangan yang meminta namanya tidak disebutkan.

Data yang didapat terkait belum terbayarnya para pekerja yang membantu melaksanakan pekerjaan proyek Pembagunan gedung SDN.Sambikerep II,III, diantaranya – Pekerjaan Plafon (win) Rp. 47 juta, Mandor Sipil (Anton) Rp.15 juta, Subkon Baja (iwan) Rp.40 juta, mandor sipil (Yudhi) Rp.17 juta, mandor sipil (Tohari) Rp.40 juta, Iwan Listrik Rp.5juta, Mandor (aris), Reveransir Pasir dan Tinslah Rp.9 juta, Subkon Kusen almunium Rp.50 juta, dan beberapa lainnya sehingga totalnya sampai sekitar Rp. 300 juta.

Proyek gedung tersebut oleh pihak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Pemkot Surabaya, melalui Kepala Bidang Permukiman (PPKm) diberikan sangsi Blacklist ( PT. Budi Karana Jaya tidak dapat mengikuti proses lelang di Pemkot Surabaya selama 2 tahun lamanya), dikarenakan pembangunan gedung tersebut mengalami keterlambatan jadwal serah terima sampai 2 bulan lamanya, dari almanak (Kalender) yang ditentukan dalam kontrak.

Proyek gedung SDN.Sambikerep II,III, hanya dibayar sesuai yang ada dilapangan saja fisik struktur yang dikerjakan yang dibayar oleh pihak Dinas melalui anggaran APBD TA.2017. Apakah setelah diketahui Kontraktor Pelaksana dikenakan sangsi Blacklist dan dibayar sesuai opname pekerjaan dilapangan.

Pengakuan beberapa sumber pekerja yang belum terbayar jasanya oleh Kontraktor, “ Kami akan tetap menagih walaupun sampai sekarang sudah masuk tahun 2018, jika kami tidak dibayar, kami akan ngeluruk ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Bidang Permukiman, bagaimana nasib uang kami kalau sampai sekarang tidak ada kejelasan dari Kontraktor yang memborong proyek tersebut.”

Diketahui Proyek Pembagunan Gedung SDN.Sambikerep II,III, APBD 2017. Pagu Rp.5.000.000.000,00. HPS. Rp. 3.170.380.000,00. Dikerjakan oleh PT.BUDI KARANA JAYA, jalan.Jur.Ponorogo KM 3 Bulungan Karangan Trenggalek Jatim, dengan nilai Penawaran Rp. 2.517.008.000,00. Yang berakhir proyek tersebut dengan sangsi Blacklist. (sw/ bersambung).

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas