RUNNING NEWS :
Loading...

Gus Thon Menggelar Tasyakuran Akbar.

Baca Juga

Gus Thon saat menyambut Panglima Devisi Infantri 02 Kostrad, Mayjen TNI, Dr. Marga Taufiq, SH, MH, ke tempat acara. (wo)
 Haul Kyai Raden Mas Zakaria

Mojokerto, Pojok Kiri

             Dalam upaya melestarikan budaya Jawa, budayawan juga pengusaha yg akrab disapa dengan panggilan Gus Thon, tepatnya Selasa kliwon (24/7) bertempat di Punden Panggung, Dusun Panggung, Desa Dagangan Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, mengadakan tasyakuran dalam rangka Haul kyai Raden Mas Zakaria (Eyang Djugo), dan tasyakuran Akbar, wujud terlaksananya pilkada damai di seluruh Jawa Timur.
                  Dalam acara tersebut juga digelar  serangkaian acara yang dimulai sejak senin pagi yakni potong sapi seharga Rp. 30 juta , dilanjutkan dengan khotmil Quran bilghoib di bawakan oleh khufadh Qur'an, Gus Mabrur merupakan tokoh NU di Madiun hadir bersama jamaah nya, Gus Khamami juga tokoh NU di Madiun bersama jamaahnya.

‎Gus Ton saat Bersama salah satu  Tokoh Ulama dan Kiai. (wo).

                  Acara berlanjut hingga Senin malam, setelah sholat isyak diadakan kirim doa bersama Yasin, Tahlil,  Istighosah.  Di Punden Panggung  Yang dipimpin Kyai Mujib dari Madiun.  Setelah selesai acara Yasin, Tahlil , Istighosah dilanjutkan dengan tabuh gamelan gending gending jawa sampai jam 23.30.
               Acara berlanjut Selasa pagi jam 08.00, diadakan pawai budaya Jawa reog Ponorogo dan jaranan, diarak dari Punden Panggung keliling kampung sampai ke rumah tokoh masyarakat Kecamatan Dagangan KH. Djumali yang lebih akrab di panggil Abah Yai Djumali,  adegan dengan berbagai atraksi disajikan.
             Pawai di teruskan sampai ujung kampung depan makam umum Dusun Panggung  hingga jam 12.00 setelah itu kembali ke Punden Panggung yakni Rumah Gus Ton. Tak cukup disini, Jam 14.00, dilanjutkan kegiatan santunan anak yatim se-Kecamatan Dagangan dan sekitarnya yang di hadiri ratusan anak yatim hingga jam 16.30, dalam acara ini juga dihadiri Panglima Divisi Infantri 02 Kostrad, Mayjen TNI, Dr. Marga Taufiq S.H, M.H, di dampingi Yusuf Husni Ketua KOSGORO 1957 Jawa Timur. 
Gus Thon saat mendampingi salah satu anggota Muspika memberi sambutan. (wo)

             Tepatnya Jam 19.00, acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit spetakuler Ki Dalang Puthut Wijanarko dari Sragen Jawa Tengah. Yang lebih berkesan di dalam pagelaran wayang kulit di isi kolaborasi Yasin , Tahlil dan Istighosah yg di pimpin Ustad Ulin Nuha Imam Masjid Agung Gunung Kawi Wonosari Malang serta Imam Yasin, Tahlil, Istighosah Pesarean Gunung Kawi.
              Tak ketinggalan, di dalam pergelaran wayang kulit tersebut juga diisi Pengajian Umum oleh Gus Mabrur dan Abah Kirun pelawak kondang dari Madiun, acara betul betul sangat meriah sekali dihadiri lebih dari 6000 pengunjung yang semuanya dapat suguhan roti, aqua botol, dan makan soto daging, semua disajikan.
             Lebih menyenangkan, acara juga di meriah kan Dorprez gratis dari tuan rumah seperti Kulkas merk sharp 2 pintu 1 buah Dan satu pintu 1 buah.  Dan puluhan macam hadiah lainnya seperti kipas angin, magic com dan jutaan hadiah uang kaget.  Serta kupon untuk dibelikan ke para pedagang di acara tersebut.
            Gus Ton menyampaikan, Pagelaran wayang kulit ini di tunggu oleh Bapak Yusuf Husni Ketua Kosgoro 1957 Jawa Timur. " Pak Yusuf Husni di kenal juga sangat membantu ekonomi rakyat kecil dan terkenal sebagai seorang dermawan di seluruh penjuru pelosok Jawa Timur, " urainya. 
             Perlu diketahui dalam kesempatan ini telah hadir  pejabat teras Muspida Madiun, Muspika Kecamatan Dagangan, Para Kepada Desa se Kecamatan Dagangan dan sekitarnya, serta Pengurus NU dan Muslimat. Hadir juga calon wakil Bupati terpilih Bapak H. Hary Wuryanto, SH, kata masyarakat masih keluarganya Gus Thon. 
               Dibalik kemeriahan acara tersebut juga terlihat karangan bunga yang berjajar di sepanjang jalan, di antara nya dari Hajjah Khofifah Indar Parawansa, Ir, H. Airlangga Hartarto, MBA, M. MT, Menteri Perindustrian dan sejumlah anggota DPR RI.
             Dikatakan Gus Thon, acara ini tidak ada unsur politik apapun hanya saja. Gus Thon dikenal seorang budayawan dan juga dikenal sangat mahir dengan Kitab Kuningnya /Kitab berbahasa Arab atau Kitab Gundul.  Dengan bukti di berbagai rumahnya di seluruh daerah setiap ruang tamu terdapat banyak kitab kitab tersebut di almarinya. 
              Gus Thon mengatakan, sebagai warga negara NKRI turut bersyukur Pilkada di seluruh Jawa Timur Terlaksana dengan damai. " Kita boleh berbeda tetapi kita tetap satu sebagai warga  negara NKRI yg harus cinta damai, tetap selalu menjaga persatuan dan kesatuan, mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan golongan atau pribadi," ujar gus gus thon.
              Gus Thon menuturkan,"URIP PISAN AYO NGAWE SENG APIK APIK AE ''  seperti diketahui sebelumnya, berbagai tempat dimana gus thon berada, masyarakat umum sangat senang dengan kehadirannya, sebab jiwa sosialnya sangat tinggi dalam membantu masyarakat di berbagai daerah. 
              Hanya saja para elit politik di berbagai daerah agak khawatir dengan tudingan bahwa Gus Thon mau mencalonkan diri jadi apa.  Dibuktikan banyak fasilitas umum di bangun dengan uang pribadi. 
Tak hanya itu,  Sampai pernah  membangun pagar tembok makam umum atas permintaan Kepala desa,  akhirnya juga dibantu dana  dari Gus Thon sepenuhnya, untuk membangun pagar tembok makam umum tersebut.
               Disisi lain malah Gus Thon sempat juga di fitnah menerima bantuan dana dari orang Kristen untuk membangun tembok makam orang Kristen.  Kebetulan makam orang Kristen di pinggir jalan yang paling depan, dan makam orang muslim berada di belakangnya. 
              Dengan kejadian tersebut, Sampai akhirnya warga menuntut ke Kepala Desa tembok , di sisi makam orang Kristen supaya di  bongkar.  Gus thon menjawab dengan santai. " Isu tersebut tidak benar itu murni uang dari saya," jelasnya.
              Karena permintaan  dari kepala Desa untuk pembangunan tersebut akhirnya Gus Thon membantu menggunakan dana pribadinya. " Billa sekarang warga menuntut untuk di bongkar silahkan menghadap Bapak kepala desa.  Sebab itu wewenang dan tanggung jawabnya  kepala desa.  Saya hanya warga biasa yg siap membantu siapapun yg meminta bantuan dari saya,  Selagi profit pekerjaan saya hasilnya bagus dan menguntungkan, " katanyam
            Menurut Gus Thon, apapun yang terjadi atas kehendak Allah. " Semua yang terjadi akan membawa hikmah dan manfaat yang terbaik, yang harus kita cari OPO KAREPE GUSTI ALLAH KANGGO AWAK E DEWE SING PALING APIK (Apa kehendak Allah untuk kita yang terbaik). Setiap pergerakan di dunia ini atas Izin Allah, daun - daun yang berguguran saja atas Izin Allah, apalagi pergerakan manusia yang pasti semua atas ijin Allah dan itu yang terbaik untuk kita.
            " Ibarat Wayang  itu tergantung dalangnya. Maka Hidup ini kita gantungkan dan serahkan pafa Allah sepenuhnya, " beber Gus Thon. Itu sebabnya, diakhir pesannya Gus Thon mengharapkan dengan event semacam ini mampu meningkatkan kebersamaan, persatuan dan kesatuan untuk NKRI tanpa memandang ras dan golongan. (wo/adv)
Gus Thon berpose bersama Panglima Devisi Infantri 02 Kostrad, Mayjen TNI Dr. Marga Taufiq, SH, MH, Ketua Kosgoro 1957 Jatim, Yusuf Husni, jajaran TNI dan Muspika. (wo)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas