RUNNING NEWS :
Loading...

PPDB SMP Negeri Favorit Menjadi Rebutan Peserta Didik, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Magetan Tak Akan Beri Rekomendasi

Baca Juga

 
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di salah satu sekolah Di Magetan yang mengunakan Sistem Zonasi orang tuan dan murid antri menunggu panggilan penyetoran berkas, Selasa (3/7/2018).
Magetan Pojok Kiri - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Tahun Ajaran (TA) 2018-2019 telah dimulai.
PPBD berlangsung selama 3 hari, yaitu 3 Juli – 5 Juli dengan menggunakan sistem zonasi. Sistem zonasi sudah diterapkan di Kabupaten Magetan pada TA 2017-2018 lalu. yang merupakan kebijakan berdasarkan peraturan Mendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB.
Zonasi sekolah merupakan salah satu cara untuk melakukan pemerataan pendidikan di Kabupaten Magetan.
“Sesuai aturan Dinas kita memakai sistem Zona dalam PPDB," ujar Tony, Ketua Panitia PPDB SMP Negeri 1 Magetan kepada Pojok Kiri di sela kesibukanya menjadi panitia PPDB, Selasa (3/7/2018).
Untuk Zona 1 yakni  meliputi SMP Negeri 1 Magetan, SMPN 2 Magetan, SMPN 3 Magetan, SMPN 4 Magetan , SMPN 1 Ngariboyo dan SMPN 2 Magetan. Dan untuk SMPN 1 Magetan untuk memenuhi pagu sekolah yaitu 9 Rombel (9×32), 288 murid dan ini yang sudah mendaftar lebih dari 350 murid,”jelas Tony.
“Biasanya calon siswa setelah tidak memenuhi dari rengking yang telah di tetapkan sebanyak 288 murid kebutuhan SMPN 1 Magetan, orang tua atau siswa akan mencabut pendaftaranya untuk dipindahkan ke SMPN yang sesuai dengan rengkingnya,”ucap Toni kepada Pojok Kiri, Selasa (3/7/2018)
Ditambahkannya, seleksi calon peserta didik baru tingkat SMPN 1 Magetan tidak hanya berdasarkan zonasi tetapi juga menggunakan nilai SKHU sebagai penganti tes.
“Pihak sekolah memberikan kemudahan kepada peserta dindik yang ingin mendaftar di SMP Negeri 1 Magetan, bisa melalui orang tua, guru, maupun muridnya langsung,”ucap Tony.
Ditempat yang sama salah seorang orang tua murid Sulimah dari Desa Bangsri yang mengantarkan anaknya Anna Nisa Almaratussholikhah lulusan SDN 2 Bangsri mengatakan, saya mengantar keinginan akan untuk masuk SMPN 1 Magetan karena anak kami sangat menginginkan masuk SMPN 1 Magetan.
“Dengan nilai yang dirah serta ada lima penghargaan yang dipegang saya yakin anak kami bisa masuk SMPN 1 Magetan, orang tua hanya bisa mendorong dan mensprot keinginan anak dan SMPN 1 Magetan secara kelengkapan dan fasilitas memang paling komplit,”ucap Sulimah kepada Pojok Kiri, Selasa (3/7/2018)
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora), Joko Santoso mengatakan, bahwa sistem zonasi berdampak baik pada pemerataan pendidikan di Kabupaten Magetan, Ada kabar baik dari beberapa sekolah, bahwa yang sebelumnya kekurangan murid, sekarang sudah terpenuhi satu kelas, Sekitar 30 murid,”Kata Joko.
Memang selama ini yang menjadi SMPN favorit adalah SMPN 1 Magetan, SMPN 2 Magetan, SMPN 3 Magetan dan SMPN 4 Magetan dan kami tidak akan memberikan rekomendasi terhadap murid yang akan masuk SMPN yang mereka dambakan, ini keputusan terletak di sekolahan masing-masing.
“Dari Empat SMPN Favorit tersebut bagi calon murid memang harus tersaring dengan nilai yang ditentukan pihak sekolah, contohnya SMPN 1 Magetan membutuhkan 288 siswa, SMPN 2 Magetan membutuhkan 256 siswa, SMPN 3 Magetan membutuhkan 286 siswa dan SMPN 4 Magetan membutuhkan 288 siswa dengan ketentuan nilai yang telah ditetapkan sekolah masing-masing,”jelas Joko, kepada Pojok Kiri, Selasa (3/7/2018).
Ditambahkannya, Zona satu, Kecamatan Magetan dan Ngariboyo, Zona dua Kecamatan Penekan dan Sidorejo, Zona 3 Kecamatan Plaosan dan Poncol, Zona empat Kecamatan Parang dan  Lembeyan, Zona lima Kecamatan Takeran dan Nguntoronadi, Zona enam Kecamatan Kawedandan dan Bendo, Zona tujuh Maospati dan Sukomoro, Zona delapan Kartoharjo dan Barat dan Zona sembilan Kecamatan Karangrejo dan Karas. (Lak/G.lih)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas