RUNNING NEWS :
Loading...

Ada Tanah Kavling Bermasalah Di Pekoren?

Baca Juga



Terpasang Umbul-Umbul Moslem Property


Pasuruan, Pojok Kiri

    Bisnis kavling tanah saat ini sangat menjamur. Namun tidak semua tanah kavling itu dalam status bersih dari permasalahan. Yang terjadi, banyak pembeli yang kecewa setelah terlanjur membeli tanah kavling, karena tanah kavling yang dibeli ada masalah hukum di dalamnya.
    Pojok Kiri yang melihat-lihat tanah kavling di wilayah Kabupaten Pasuruan, Rabu (01/08) menjumpai lahan tanah kavling yang menarik. Dimana pada tanah kavling ini di atasnya terpasang papan yang bertuliskan "Tanah Ini Dalam Penanganan Polres Pasuruan Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/215/XII/2017/JATIM/RES-PAS, TANGGAL 1 DESEMBER 2017".
     Pertanyaan muncul setelah membaca tulisan dalam papan tersebut, apa benar papan itu dipasang oleh Polres Pasuruan?
    Guna mendapatkan jawaban pertanyaan itu, Rabu petang (01/08) sekira pukul 18. 24 WIB, Pojok Kiri menghubungi Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Budi Santoso melalui telpon seluler. Dalam hal ini AKP Budi Santoso membenarkan jika memang papan itu dipasang oleh pihak Polres Pasuruan. "Ya benar, papan itu kita yang pasang, "tandasnya.
    Dalam kasus apa tanah kavling itu dipasang papan yang bertuliskan tanah dalam penanganan Polres Pasuruan? AKP Budi Santoso, Kasat Reskrim mengaku tidak bisa menjelaskan melalui phonsel. Ia memepersilahkan Pojok Kiri datang ke kantornya.
    "Kalau dijelaskan lewat telphon panjang, soalnya ada fakta-fakta yang harus kita perlihatkan, monggo ke kantor saja, "ucapnya.
    Mengingat lokasi kavling ada di Desa Pekoren, Pojok Kiri juga mencoba menghubungi Kades Pekoren, Muhaimin.
   Kepada Pojok Kiri, Muhaimin sedikit menjelaskan, bahwa memang ada permasalahan kepemilikan tanah pada lahan yang sekarang dijual untuk kavling itu.
    Menurutnya, tanah itu masih ada sengketa kepemilikan antara pihak yang mengaku memiliki hak waris yakni  H. M. Arfin warga Bangil dengan H. Masdjukin warga Banyuwangi yang selama ini menguasai lahan.
    Jika tanah masih bermasalah, kenapa berani menjual untuk kavling? Kades Muhaimin tidak menjelaskan secara panjang soal ini, hanya saja ia sempat mengatakan bahwa tanah yang masih sengketa itu dijual oleh H. Jamaali mantan Kades Pekoren yang juga pernah duduk sebagai anggota DPRD Pasuruan kepada pengusaha kavling bernama Muslimin dengan harga Rp. 300 juta. Benarkah? Dalam hal ini Pojok Kiri belum berhasil menghubungi H. Djamaali dan Muslimin.
    Sementara itu, Pojok Kiri yang mendatangi lokasi kavling, selain menjumpai papan yang dipasang Polres Pasuruan, juga mendapati banyak umbul-umbul yang bertuliskan Moslem Property. (Lis)


PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas