RUNNING NEWS :
Loading...

Dinas Sosial Dukung Kota Malang Layak Anak dan Lansia

Baca Juga

foto : Kepala Dinas Sosial  Dr.Sri Wahyuningtyas,Msi.

Malang Pojok Kiri -
Beberapa saat lalu Kota Malang meraih penghargaan Kota layak anak yang di serahkan langsung oleh menteri pemberdayaan perempuan dan anak Republik Indonesia Yohana Yembise di Surabaya pada senin(23/07) Prestasi gemilang ini ditorehkan Kota Malang. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI dengan kembali menganugerahi Kota Malang sebagai Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2018.Kepala Dinas Sosial Kota Malang Dr.Sri Wahyuningtyas,Msi.sangat bersyukur dan akan menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan untuk mendukung predikat Kota Malang sebagai Kota Layak Anak,cetusnya, Selasa (7/8).

Kedepan yuni berharap "anak-anak terlindungi dari tindakan kekerasan  dan anak mendapatkan kesejahteraan berupa kesempatan bersekolah dan tdk ada ekploitasi anak utk bekerja meski  masih ada beberapa anak turun kejalan meski sekedar utk sangu sekolah khususnya warga pra sejahtera.

Menanggapi prestasi itu Plt Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan penghargaan KLA kepada Kota Malang merupakan buah dari komitmen pemerintah untuk terus memenuhi hak anak termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan juga pemberian sarana dan prasarana seperti ruang bermain anak.

“Bagaimana penanganan terhadap masalah anak juga terus kita tingkatkan pelayanannya,” Kata Sutiaji.

Dikatakan, selama ini indikator perihal syarat untuk menjadi KLA sudah dipenuhi oleh Kota Malang.  Bahkan, kedepan akan lebih ditingkatkan dengan fasiliitas yang lebih baik serta berbagai akses bagi anak untuk mendapatkan haknya.

“Prestasi ini menjadi pemicu semangat kami untuk terus berbuat lebih baik lagi,” tukasnya.

Perlu diketahui, ada sebanyak 117 daerah yang mendapatkan predikat sebagai Kota Layak Anak pada tahun ini. Saat itu menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI,  Yohana Yembese pemberian penghargaan ini dilakukan agar kabupaten/kota yang belum mendapatkan gelar itu terus berupaya sebaik mungkin, dengan harapan mampu mendorong keluarga, masyarakat dan media massa di kawasan itu agar semakin paham upaya pemenuhan hak anak.
Yuni sapaan akrabnya menambahkan,kalau memperhatikan kesejahteraan lansia utamanya yg tdk mampu dan tdk berdaya  hrs diperhatikan,selain itu kondisi anak-anak yang tdk sekolah harus terdata dan mendapat perhatian dan pendampingan  meski biaya sdh gratis tapi buku-buku seragam perlu diperhatikan  .tahun depan akan ada perencanaan pembangunan pondok lansia,tutupnya.(N.ch)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas