RUNNING NEWS :
Loading...

Manfaatkan Nanas Sortiran, Azizah Sulap Jadi Minuman Segar

Baca Juga




Blitar, Pojok Kiri - Banyaknya buah nanas yang tidak kayak untuk dikirim ke luar kota, membuat Samrotul Azizah berfikir untuk memanfaatkannya. Berbagai olahan sempat ia buat, agar nanas yang biasa suaminya kirim ini tidak sia-sia.

       Wanita 37 tahun warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar ini mulai berfikir untuk memanfaatkan nanas yang tidak layak jual pada Agustus tahun lalu. Saat itu, ia sempat membuat dodol dari nanas, hingga membuat salad nanas.

       Pasar dodol dan salad yang kurang mengiurkan, membuat wanita tiga putra ini berfikir untuk mencoba membuat kreasi yang lainnya. Berbekal pengetahuan dari kunjungan luar kota bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar, ia menemukan ide untuk membuat minuman dari sari buah nanas.

       "Awalnya salad juga laku dijual, tapi hanya pembeli sekitar dan jumlahnya tidak bisa banyak, karena peminatnya penjual roti bakar. Kalau dodol nanas penjualanya juga lama, karena hanya dititipkan ke penjual-penjual roti, sehingga saya berfikir minuman yang paling pas," ungkap Azizah, salah satu pelaku usaha IKM binaan Disperindag Kab. Blitar

       "Minuman ini cocok, minuman lebih mudah pemasaran, selain kesulitan pemasaran, dan penjualan kapasitas besar, kalau minuman bisa dikembangkan," tambahnya.

       Awal proses pembuatan minuman tidak berjalan mulus, ia harus mengikuti beberapa pelatihan agar rasa sari buah nanas yang ia produksi rasanya pas sesuai selera.  Untuk hasil produksinya, ia terlebih dahulu memberikan pada para tetangga yang memiliki hajatan. Bahkan tidak canggung-canggung, ia meminta saran dan kritik pada para tetangga.

       "Saya tidak malu, saya terus minta saran dari para tetangga, bahkan rasa manisnya kurang atau tidak, saat diminum membuat tenggorokan serik atau tidak, kritik ini yang terus membangun dan pemperbaiki produk saya hingga seperti sekarang ini," tegasnya.

       Tidak ingin mengecewakan konsumen, suami dari Priadi ini tidak menggunakan pemanis buatan ataupun perasa buah buatan. Untuk pemanis, ia menggunakan gula murni, sedangkan perasa juga menggunakan nanas yang diolah oleh karyawannya.

       Bahkan selama tiga bulan pertama, ia mengolah sari buah nanas secara manual, sebelum akhirnya membeli mesin kapasitas kecil untuk memudahkan pekerjaanya.

       Untuk membuat tempat usaha sari buah nanas Segar miliknya, ia menyulap halamannya menjadi tempat produksi. Wanita alumni SMAN 1 Srengat ini,  kini dibantu oleh tujuh pekerja yang setiap hari membantunya.

       Dalam setiap hari, ia mampu meproduksi 100-500 kardus minuman sari buah nanas Segar. Setiap kardus untuk kemasan 120 ml, berisi 32 gelas, sedangkan yang berisi 150 ml, satu kardus berisi 24 gelas. Bahkan saat menjelang Hari Raya Idul Fitri, pesanan sari buah nanas Segar produksinya meningkat tajam. Ia juga harus menambah pekerja menjadi 21 orang yang dibagi menjadi tiga shiff. Setiap shiff berisi tujuh orang. Menjelang hari raya ia dapat memproduksi 1500 kardus minuman.

       "Alhamdulillah menjelang hari raya permintaan meningkat, sehingga harus disiapkan sejak tiga bulan sebelumnya," terangnya.

       Untuk harga, satu kardus yang kemasan 120 ml berisi 32 gelas, ia menjual dengan harga Rp 25 ribu, sedangkan kemasan 150 mili berisi 24 gelas, ia menjualnya dengan harga Rp 20 ribu.

       Untuk pemesanan, saat ini sari buah nanas Segar miliknya masih di kawasan Blitar. Ia ingin sari buah Nanas produksinya dapat dikenal masyarakat luas, sebagai minuman khas Blitar.

       "Mimpinya ingin merabah kota-kota lain di Indonesia dan ingin warga yang merasakan sari buah Segar, juga ingat Blitar," terangnya.

       Ibu dari Raihan, Naufal, dan Fawas ini juga bersyukur Disperindag Kabupaten Blitar terus membimbingnya sehingga minuman sari buah nanas Segar produksinya berkembang seperti sekarang ini.

       Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto, S.Sos, M.Si, mengungkapkan bahwa keberadaan IKM khususnya di wilayah Kabupaten Blitar merupakan bagian dari pengembangan produk local. Apalagi saat ini Pemerintah Kabupaten Blitar tengah gencar-gencarnya menggelorakan Gerakan Ayo Bela dan Beli Produk Blitar,  untuk itu Disperindag akan terus melakukan pendampingan yang maksimal kepada pelaku usaha IKM.

       “Disperindag Kab. Blitar akan terus membina dan memfasilitasi para pelaku usaha IKM di Kabupaten Blitar, guna meningkatkan kualitas mutu dan produktifitas hasil usahanya”jelasnya. (rid/Adv/Disperindag).

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas