RUNNING NEWS :
Loading...

Perjuangkan Hak Tanahnya, Ahli waris R.Soetopo Pasang Spanduk Batasan Tanahnya.

Baca Juga

Ahli waris dan Kuasa Hukum, saat menunjukan surat petok D No.087 yang asli dan sah.Rabu (15/8/2018).



Surabaya, Pojok Kiri

Tanah ahli waris yang berhak memiliki yakni Warsinik Sendang Ngawiti bersama anaknya dari pemilik tanah HR.Mustofa Mustopo, SH (almarhum), namun telah terjadi jual beli dibawah tangan atau ada permainan dari oknum yang mengatas namakan Warsinik(mengaku sebagai Warsinik yang asli, red).

Hal tersebut diketahui oleh ahli waris alm.Mustopo, saat akan mengetahui keberadaan tanah yang berada di Kelurahan Tambak Wedi dengan luas tanah 2,3 Hektar di atas persil C No. 2371 Petok D No.087 / Blok 3 -Kelas II Kelurahan Tambak Wedi.

Jual beli yang terjadi tanpa sepengetahuan Ahli waris alm.Sutopo, berada pada persil yang sama namun Petoknya D yang berbeda, yaitu bernomor 187. Kelurahan Tambak Wedi. Namun diklaim tanah warisan dari alm.Sutopo adalah pada Petok 087, walaupun dalam jual beli jelas bernomer Petok 187.
Lokasi lahan tanah seluas 2,3 Hektar di Kelurahan Tambak Wedi.


Diketahui jual beli yang dilakukan oleh oknum yang menyaruh sebagai Warsinik, transaksi pada tahun 2003, bukan persil 087, sehingga keberadaan tanah yang dimiliki seharusnya apakah terjadi pergeseran, atau memang menjadi salah letaknya.

Saat itu tanah yang dijual seluas 2,3 Hektar tersebut dibeli oleh PT.PP.Property Suromadu di jalan Tambak Wedi Lama 27, yang memiliki partner utama yaitu  PT.Griya Mapan Sentosa.Yang rencananya nanti akan dikerjakan Kereta Gantung Suromadu, yang sebelumnya pihak ahlu waris mengajukan surat kepada yang terkait untuk menghentikan kegiatan yang ada yaitu Pemadatan tanah dan pemasangan tiang pancang.
Saat awak.media mewawancarai Kuasa Hukum ahli waris di lokasi sengketa lahan, Rabu (15/8/3018).

Ketidak pastian yang terjadi yang dialami ahli waris alm.Sutopo ( Nyonya Warsinik dan anaknya Nanang, red), melalui Kuasa Hukumnya Trijono Harjono,SH yang juga selaku Ketua LSM Lingkar Data, mengirimkan surat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya, Guna memohon untuk Klarifikasi Data terkait Persil Letter C No.2471 Petok D No.087 milik ahli waris yang masih dipegang dan disimpan, dengan Petok D No.187 yang telah terjadi jual beli di tahun 2003, namun tanah yang dimaksud pada bidang seluas 2,3 Hektar diklem pada persil tang dimaksud milik ahli waris, " Kami hanya ingin mengetahui klarifikasi data Petok D No.087 milik ahli waris, berada pada persil dan letak yang benar, kita akan adu data, jika nantinya diperlukan, karena data klien kami masih tersimpan rapih, belum pernah dijual belikan." jelas Trijono Harjono kepada awak media saat wawancara dilokasi saat pemasangan spanduk letak tanahnya oleh ahli waris dan keluarga.

Kesimpulan pihak ahli waris dan Kuasa Hukumnya, dapat segera mendapatkan jawaban terkait lerak dan keabsahan kemilikan tanah seluas 2,3 Hektar milik ahli waris alm.Sutopo telah sesuai dan benar. Diakhir wawancara dengan Kuasa Hukum dan ahli waris alm.R.Sutopo. (sw).

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas