RUNNING NEWS :
Loading...

Mantan Kepala Puskesmas Botolinggo Ditetapkan Tersangka

Baca Juga

Kasus Korupsi Dana Kapitasi BPJS Kesehatan

 

Kasi Pidsus Kejaksaan Bondowoso, Santosa Hadipranawa. (fur)


Bondowoso, Pojok Kiri- Diam-diam, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso menetapkan Kepala Puskesmas Botolinggo dan Bendaharanya, sebagai tersangka atas kasus Dugaan Korupsi Pemotongan Dana Kapitasi BPJS Kesehatan.



Kasi Pidsus Kejaksaan Bondowoso, Hadi Pranawa menyampaikan, terungkap kasus korupsi pemotongan Dana Kapitasi BPJS, berawal dari laporan masyarakat. Setelah dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan, kejaksaan akhirnya menetapkan dua orang tersangka. Kepala Puskesmas dr Toni dan bendaharanya.



Meski ditetapkan tersangka, keduanya belum ditahan. Karena dianggap kooperatif, saat dimintai keterangan. Dana kapitasi BPJS Kesehatan, merupakan dana yang bersumber dari pusat untuk Puskesmas. Sementara anggarannya langsung ditransfer ke rekening puskesmas.



Alokasi anggarannya, 60 persen digunakan untuk jasa pelayanan (jaspel) tenaga medis dan 40 persen lagi, untuk biaya operasional.



Nah, anggaran untuk tenaga medis inilah yang dilakukan pemotongan sebesar 27 persen oleh tersangka, sejak Tahun 2015 hingga 2017. Diperkirakan, kerugian negara dalam kasus ini, mencapai Rp 400 juta.



Saat dikonfirmasi, dr Toni mengaku sudah tidak menjabat Kepala Puskesmas Botolinggo. “Sebelum penetapan tersangka oleh Kejari, kami ada pemeriksaan dari inspektorat tetapi tidak ditemukan unsur korupsi,” jelasnya.



Namun diakuinya, pemotongan sebesar 27 persen itu, atas dasar kesepakatan bersama. “Termasuk punya saya, saya ada bukti semua dan ada tanda tangan semua,” ungkapnya.



Hasil pemotongan uang tersebut, digunakan kembali untuk melengkapi kebutuhan puskesmas. “Peruntukan nya pun, saya lengkap data- data,” pungkasnya lagi.



Atas penetapan tersangka itu, H Irwan Bahtiar Rahmad Wakil Bupati terpilih hasil Pilkada serentak 2018 lalu, yang beberapa hari lagi bakal dilantik bersama Bpati terpilih KH Salwa Arifin, akhirnya angkat bicara. Irwan berharap, kasus ini dapat diselesaikan secara profesional.



”Kasian, unsur korupsi itukan salah satunya memperkaya diri sendiri. Sedangkan mantan Kepala Puskesmas ini juga dipotong juga, karena menjadi kesepakatan bersama. Laporan masyarakat, seharusnya juga dapat disandingkan atas pemeriksaan dari inspektorat,” ujarnya. (fur/ lah)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas