RUNNING NEWS :
Loading...

BPD Wonosari Tak Pernah Terima Dana Operasional Selama 3 Tahun

Baca Juga



Bondowoso, Pojok Kiri-
Dana Operasional Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Wonosari Kecamatan Grujugan, Bondowoso, yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) senilai Rp15 juta, diduga disalahgunakan oknum Kepala Desa (Kades) Wonosari, berinisial HM.



Sebab hingga kini, honor tersebut belum diterima pihak BPD setempat. hal itu disampaikan sejumlah anggota BPD Wonosari  sendiri. “Selama tiga tahun ini, dana operasional BPD belum diberikan oleh Kades,” jelas Ketua BPD Wonosari, M Syahri.



Dikonfirmasi besarnya dana operasional BPD tersebut, mereka menjelaskan, dana untuk kegiatan BPD selama setahun, termasuk honor pengurus, dianggarkan Rp5 juta oleh Pemerintah Desa.



“Selama tiga tahun berjalan, dana operasional BPD, senilai Rp15 juta  belum diberikan sama sekali, oleh Kepala Desa,” keluhnya.



Menurutnya, BPD Wonosari tidak pernah menerima dana operasional sama sekali, selama 3 tahun. Praktis selama itu pula, BPD tidak menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya.



“Wajar, jika pengurus BPD mengeluhkan sikap Kades. Karena dana operasionalnya, selama 3 tahun belum diserahkan. Diduga, dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi Pak Kades,” ungkap M Syahri.



Pihaknya sebagai Ketua BPD, merasa risih terhadap teman-temannya. Khawatir disangka kongkalikong dengan Kades. Padahal kenyataannya, dana tersebut memang belum diserahkan oleh Kades.



“Memang, Kades masih ada hubungan keluarga dengan kami. Namun ini masalah pekerjaan di pemerintahan. Bekerja harus profesional, kami tidak akan menutup-nutupi hal ini,” tandasnya. (sam/ lah)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas