RUNNING NEWS :
Loading...

BPN Kab Mojokerto Tak Profesional

Baca Juga

Kantor BPN Kab Mojokerto dan (inzet) Edy Yousef, SH (ist)

 Kasus Penyerobotan Tanah oleh Pabrik


Mojokerto, Pojok Kiri
                 BPN atau Kantor Pertanahan (Kantah) Kab.  Mojokerto tak professional dan penataaan administrasinya tidak jelas. Hal tersebut dilontarkan Edy Yousef SH. Kuasa hukum enam pemilik lahan di Desa Kembangringgit, Kec. Pungging itu mengungkapkan kekesalannya tersebut usai mengikuti gelar perkara di Satreskrim Polres Mojokerto, kemarin (25/10) siang.
               " Gelar perkara ini digelar pihak Satreskrim untuk menuntaskan laporan kita tentang dugaan tindak pidana penyerobotan tanah milik warga Desa Kembangringgit di polres (Mojokerto). Mereka (BPN) memang tadi ikut juga kesannya malah main-main. Betapa tidak. Mereka datang tiga orang Cuma tidak bawah warkah (dokumen proses kepemilikan tanah). Lha itu khan tidak ptofesional, namanya. Apalagi di forum tadi ngakunya warkahnya masih dicari,’’ keluh Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) usai acara.
                   Padahal, sambungnya, pihak penyidik menilai keberadaan warkah itu sebagai kunci untuk menindaklanjuti laporan kasus ini. " Apalagi tadi mereka ngakunya masih dicari. Loh hari gini kok masih ngomong seperti itu. Padahal prosesnya baru tahun 2015 lalu, khan belum lama benar to. Jaman sudah kayak begini kok masih bilang masih cari berkasnya. Setahu saya di BPN itu semua dokumen tertata rapi. Jadi mestinya gampang,’’ cetusnya.
                 Laporan penyerobotan tanah terhadap PT Sinergy Power Source (SPS) itu sudah dilayangkan enam warga tahun lalu. Namun hingga kemarin (25/10) penanganan laporan tersebut masih mandeg. Hingga baru digelar gelar perkara, kemarin. Jadi, lanjut Edy, waktu pabrik tersebut dibangu pada awal 2015 lalu persoalan jual beli tanah kepada warga belum tuntas. " Jadi waktu membangun pihak perusahaan belum mengantongi IMB dari pemkab (Mojokerto). Artinya pabrik itu bodong atau ilegal,’’ tandasnya.
              Sementara Kasatreskrim, AKP M Solikhin Ferry ditemui usai gelar menegaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus yang tersebut. ‘’Gelar tadi memang belum membuahan hasil. Sehingga kita masih terus melakukan pendalaman. Kalau dalam prosesnya nanti pihak BPN tidak juga menyerahkan warkah tanah maka kita bakal melakukan penyitaan,’’ pungkas Kasatreskrim. (dhi/*)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas