RUNNING NEWS :
Loading...

Bupati Salwa: Santri Harus Berjuang Keras Mengisi Kemerdekaan Sesuai Keahlian

Baca Juga

Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin saat menjadi Irup peringatan HSN. (sam)


 Pimpin Apel HSN 2018

Bondowoso, Pojok Kiri- Ribuan santri di Kabupaten Bondowoso, mengikuti apel Hari Santri Nasional (HSN), Senin (22/10). Tak pelak, para santri memadati alun-alun Ki Bagus Asra Bondowoso. Mereka melakukan apel, untuk menghadiri puncak peringatan HSN 2018.



Tepat pukul 07.30 Wib apel dimulai. Para santri mengenakan pakaian ala santri. Mulai dari baju muslim, peci dan sarung. Apel dipimpin langsung Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin.



Turut hadir Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso, H Irwan Bahtiar Rahmat, Dandim 0822 Letkol Inf Tarmuji, Kapolres AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, juga Plt Sekda H Karna Suswandi.



Serta Kajari Taufik Hidayat, Danki Brimob AKP Purwanto, Wadan Yonif Raider 514 Kostrad Mayor Inf Dwi Purwanto, Sekwan H Harimas dan jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat.



Bupati Salwa Arifin usai apel mengatakan, Pemkab Bondowoso akan terus melestarikan peringatan HSN. Bahkan seluruh Ponpes, akan dihimbau menyelenggarakan apel juga.



“Peringatan HSN ini merupakan salah satu upaya untuk mengenang jasa para santri dan ulama, yang turut berjuang merebut kemerdekaan dan mendirikan negara Indonesia,” jelasnya.



Hari santri, kata Salwa, adalah momen bersejarah bagi para santri, untuk meneladani perjuangan santri dan ulama dalam mendirikan NKRI. Kegiatan HSN tahun ini mengangkat tema “Bersama Santri Damailah Negeri”.



Ditambahkan, momen HSN mempertegas peran santri sebagai agen perdamaian, yang berorientasi pada spirit moderasi beragama di Indonesia. Santri bukan hanya kalangan yang mendalami agama semata.



Tapi santri juga bermakna generasi yang terus mengembangkan ilmu dan karakternya dengan karakter yang bijak, moderat, toleran dan cinta tanah air. “Pemkab Bondowoso memberikan apresiasi bagi pejuang kaum santri”, jelsnya.



Bupati yang juga Pengasuh PP Mambaul Ulum Tangsel Wetan ini menjelaskan, santri secara nyata memberikan andil besar, bagi terbentuknya dan terjaganya NKRI. Oleh karena itu, peringatan HSN harus dimaknai sebagai upaya memperkokoh seluruh umat beragama.

          

Menurut Salwa, santri harus bisa menjawab tantangan global, serta mampu menyelaraskan ilmu pengetahuan agama dan teknologi. “Kalau dulu para santri dan ulama berjuang untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Hari ini, santri harus berjuang keras mengisi kemerdekaan, dengan mengisi pembangunan sesuai keahliannya,” katanya.



Di hadapan ribuan santri, Salwa menegasakan, momentum Hari Santri harus ditransformasikan menjadi gerakan penguatan faham kebangsaan, yang bersinergi dengan keagamaan.



“Spirit nasionalisme merupakan bagian dari iman, yang perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi modernisme,” pungkasi alumni Ponpes Salafiyah Syafi;iyah Sukorejo, Situbondo ini. (Advertorial/ sam/ lah)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas