RUNNING NEWS :
Loading...

Datang ke Bondowoso, Ma’ruf Amin Ungkapkan Alasan Mendampingi Jokowi

Baca Juga



Situbondo, Pojok Kiri-
Kunjungan Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma’ruf Amin ke Bondowoso, tujuan kediaman Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin disambut hangat para kiai dan ribuan santri di Kota Tape ini, Selasa (30/10). Ma’ruf Amin menyatakan, bahwa dirinya sudah mundur sebagai Rais Aam PBNU. Tetapi kini posisinya digeser ke Mustasyar atau dewan penasehat.



Dijelaskan Cawapres pendamping Calon Presiden (Capres) Joko Widodo ini, bahwa posisi Rais Aam adalah pengurus tertinggi di organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Terkait bagaimana mengurus organisasi besar itu, perlu orang yang organisatoris. Sehingga diharapkan mampu memimpin organisasi besar.



“Saya mencalonkan Cawapres, atas permintaan pak Jokowi dan PBNU merestui saya. Sehingga saya harus mundur dari rais am dan dipindah sebagai mustasyar PBNU,” ungkapnya.



“Langkah ini adalah untuk membuka jalan, bagaimana kedepan NU juga akan bisa menduduki Presiden Republik Indonesia,” imbunya.



Ma’ruf Amin yang dulunya jalur kultural menjadi struktural, alasannya, karena Jokowi mencintai para Kiai dan Santri. Diharapkan, santri jangan kecil hati dan rendah diri, jangan pesimis. Tetapi harus yakin bahwa masa depannya akan cerah.



“Jadi santri bisa jadi Kiai, pejabat seperti KH Salwa dan bisa jadi Gubernur ataupun wakil Gubernur. Apalagi sekarang sudah ada Hari Santri Nasional, tepatnya tanggal 22 Oktober yang sudah ditetapkan oleh presiden Jokowi,” ulasnya lagi.



Dalam kesempatan itu pula, Ma'ruf Amin mengatakan bahwa Undang-Undang tentang Pondok Pesantren (Ponpes) kini dalam proses pembahasan di DPR. Sehingga setelah ditetapkan, mempunyai kedudukan yang sama di depan hukum, juga dilindungi dan difasilitasi supaya lebih baik lagi kedepan.

 

Nantinya diharapkan, di Kementrian Agama tidak hanya dipimpin direktorat, kalau perlu juga ada kementrian urusan pesantren. Sehingga mudah memasukkan anggaran.



"Ponpes punya syi’ah dan wahabi, sumber dananya bayak dari luar negeri. Sehingga bagus-bagus. Sedangkan ponpes dari NU tidak ada bantuan dari luar negeri, sehingga tidak heran kalau Ponpesnya banyak yang jelek,” jelas Ma’ruf Amin , saat acara silaturahmi di Ponpes Mimbaul Ulum kediaman Bupati KH Salwa Arifin, Selasa (30/10).



"Anggaran APBN 2.000 Triliun, 20 persen untuk pendidikan, 20 persen adalah 400 Triliun lebih setiap tahun. Apakah tidak bisa 10 Triliun, sampai 20 Triliun untuk anggaran Ponpes. Kemudian Jokowi mencatat dan manggut-manggut,” urainya.



Karenanya, Ma’ruf Amin berharap nantinya ada anggaran untuk Ponpes di seluruh Indonesia, terutama untuk ponpes NU. Ponpes tidak akan ramai kalau tidak ada santri, hingga dirinya juga menghimbau agar anaknya bisa dikirim ke Ponpes untuk memperjuangkan perjuangan Rasulullah.



Sementara itu, Bupati Salwa arifin mengucapkan syukur dan terimakasih atas kehadiran KH Ma’ruf Amin. Dikatakan, kalau ponpesnya dulu didirikan tahun 1988 dan disahkan oleh KHR As’ad Syamsul Arifin, yang sekarang sudah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh presiden Jokowi.



Pantauan Pojok Kiri, Acara ini juga dihadiri seluruh pengurus PCNU, MWCNU se-kabupaten Bondowoso, tokoh masyarakat dan simpatisan partai pengusung. (fur/ lah)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas