RUNNING NEWS :
Loading...

Gelapkan Ribuan Handphone, Tieneke Vita Divonis Hakim " Super Ringan " Hanya 15 Hari.

Baca Juga

Tieneke Vita Agustine Riany, terdakwa dalam kasus penggelapan ribuan handphone (HP) impor merek Apple, disidangkan di PN.Surabaya.

Surabaya, Pojok Kiri


Tieneke Vita Agustine Riany, terdakwa dalam kasus penggelapan ribuan handphone (HP) impor merek Apple, akhirnya divonis "hanya" 15 hari saja oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Vonis majelis hakim yang "super" ringan ini, tak lain dan tak bukan dibacakan langsung oleh ketua majelis hakim Anne Rusiana. Sedangkan Jaksa Penuntut Umumnya (JPU)   adalah Damang Anubowo dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Terdakwa Tineke juga didampingi oleh seorang kuasa hukum yang bernama Jhon Redo.

" Dengan melihat dari fakta hukum dan pertimbangan selama persidangan, majelis hakim dengan ini memutuskan, dengan menjatuhkan vonis kepada terdakwa Tieneke Vita Agustine Riany dengan hukuman penjara selama 15 hari. " papar Anne Rusiana

Seperti diberitakan sebelumnya, pada sidang dengan agenda tuntutan, terdakwa yang tergolong cantik tersebut, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo juga tergolong ringan, yakni cuma 1 bulan saja.

Menanggapi tuntutan JPU, Jhon Redo kuasa hukum terdakwa melalui nota pembelaannya, menyampaikan permohonan agar majelis hakim yang memeriksa perkara terdakwa Tineke untuk membebaskan segala dakwaan dan tuntutan yang dituduhkan pada kliennya.

Menurut Jhon, dirinya belum puas akan putusan majelis hakim. Ini disebabkan kliennya tersebut tidak ada keterkaitan dengan permasalahan Alex dan Hengky. Akan tetapi, selaku kuasa hukum Jhon tetap menghormati keputusan majelis hakim PN Surabaya tersebut.

"Saya sebagai pembela terdakwa belum puas, karena sangat jelas klien saya tidak ada kaitan dengan urusan Hengky dan Alex. Tapi saya menghormati putusan majelis hakim,” jelas kuasa hukum Tieneke, Jhon Redo.

Perlu diketahui, perkara penggelapan yang menyeret Tieneke hingga duduk dikuris pesakitan PN Surabaya, ketika adanya  bisnis jual beli handphone merek Apple antara kakak terdakwa Tineke, Oen Lexsye Nota Ota Riani alias Alex ( terdawa dalam berkas terpisah) dengan  antara Henky Soetanto.

Hengky yang hendak berbisnis dengan Alex akhirnya mengucurkan pinjaman modal kerja kepada Alex sebesar 4,5 miliar. Diketahui,  modal kerja tersebut digunakan untuk mendatangkan 2 ribu unit ponsel merek Apple. Alex menjanjikan perhitungan keuntungan kepada Hengky sebesar 15 persen.

Sebagai jaminan pinjaman modal, Alex kemudian memberikan bilyet giro(BG) kepada Hengky dengan nilai total Rp 2,5 miliar serta cek kontan senilai Rp 500 juta yang ia pinjam dari terdakwa Tineke.

Pada akhirnya terdakwa kemudian didudukkan di kursi pesakitan PN Surabaya atas dugaan pemalsuan dokumen. Laporan tersebut muncul setelah ia memblokir giro yang dibawa oleh saksi korban Hengky. Tineke disangka pasal 263 atas pemalsuan dokumen.(sw).

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas