RUNNING NEWS :
Loading...

Komisi D Angkat Bicara, kasus Penganiayaan Pelajar SMPN di Jombang

Baca Juga

Komisi D Angkat Bicara, kasus Penganiayaan Pelajar SMPN di Jombang
Jombang, Pojok kiri
Dugaan kasus penganiayaan yang melibatkan pelajar SMP Negeri Megaluh,  Kabupaten Jombang yang sempat viral di medsos, beberapa waktu lalu mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Salah satunya, Ketua Komisi D DPRD Jombang, M Syarif Hidayatullah, mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. M Syarif Hidayatullah pria yang akrab disapa Gus Sentot ini angkat bicara.
Menurutnya, meski persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan, namun kasus tersebut harus diproses secara hukum. “Saya miris dan turut prihatin dengan kejadian penganiayaan itu, apalagi kejadian ini terjadi didunia pendidikan, saya juga menghimbau kepada pihak sekolah agar turut bertanggung jawab atas kasus yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. sebab, kejadian ini terjadi di lingkungan sekolah. saya juga meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turun dan memberikan pendampingan mental untuk korban" ujar Gus Sentot.
Masih menurut Ketua Komisi D DPRD Jombang, kasus ini bisa menjadi perhatian serius orang tua untuk lakukan pendidikan serta pengawasan terhadap anaknya. "Orang tuapun jangan sampai lepas pengawasan terhadap anak-anaknya, karena waktu dengak keluarga lebih banyak dari pada waktu sekolah. Agar kejadian ini tidak terulang karena ini menyangkut lingkungan pergaulan bebas yang ekstrim. Jadi orang tua berperan penting perkembangan anak seperti apa, “ pungkasnya.
Perlu diketahui, kasus penganiayaan itu pun sempat direkam video hingga akhirnya viral di media sosial. Dalam video itu, tampak korban berinisial SY yang tercatat sebagai warga Dusun Kedungboto, Desa Balongsari, Megaluh tidak berdaya dipukuli temannya. Korban tampak kesakitan berupaya menutupi wajahnya ketika kejadian pemukulan. Pelakunya adalah sesama pelajar berinisial AM warga Paritan Desa Sudimoro, MY warga banjardowo dan AA warga desa Sidomulyo.
Dalam video kekerasan pelajar SMPN 1 Megaluh, Jombang itu tampak seorang pelajar dikerumuni oleh pelajar lainnya. Salah satu foto yang dikirim ke korban terduduk. “Ini hanya karena kesalah pahaman saja. Hal yang sepele, saat bermain sepak bola waktu istirahat, kemudian Bolanya 'natap' pintu, dikiranya nantang, terus dipukul," kata Heri Sukamto, Kepala Sekolah SMPN 1 Megaluh Jombang saat dikonfirmasi.
Untuk kasus ini, pihak sekolah segera bertindak dan menyelesaikannya secara kekeluargaan. "Penyelesaiannya, kami pertemukan antara korban dengan pelakunya. Sebagai pernyataannya, telah diselesaikan, ada kesepakatan antara pihak korban dan pelaku, sama orang tuanya, tidak ada paksaan," tuturnya.
Seperti pantauan di permukaan, surat pemberitahuan bermaterai yang berisi orang-orang tua korban dan korban, juga menyebutkan biaya-biaya yang diberikan oleh pihak keluarga terhadap keluarga korban. Ke depan, agar hal tersebut tidak terulang lagi, Heri menjelaskan, pihaknya akan lebih menegakkan lagi ketertiban sekolah. Bagi pihaknya, kejadian itu adalah sebagai sebuah pembelajaran.
“Siswa tidak boleh membawa Hand Phone, juga dengan meningkatkan kedisiplinan siswa,” tutupnya.(fer)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas