RUNNING NEWS :
Loading...

Ngaku Polisi, Peras Pemakai Sabu Rp. 50 Juta.

Baca Juga

 Siti Aminah saat di hubungi oleh petugas yang mengaku anggota Polda Jatim, minta tebusan Rp. 50 juta. (wo)

Begitu Dibayar, Pelaku dipulangkan

Mojokerto, Pojok Kiri

               Diduga kedapatan pesta narkoba, MA (37) warga Dusun Jurangsari, Desa Belahan Tengah, Kec. Mojosari, Kab. Mojokerto, ditangkap 3 petugas yang mengaku Polisi, Kamis (18/10) siang. Pelaku dikabarkan saat itu juga langsung diamankan di Mapolda. Namun, hanya tak sampai 24 Jam, pelaku langsung dilepas, karena keluarganya memenuhi permintaan oknum untuk membayar semacam 'tebusan' sebesar Rp. 50 Juta.
              Dari informasi yang dihimpun Pojok kiri menyebutkan penangkapan berawal ketika MA bersama perempuan yang diduga seorang purel, sedang asyik menikmati barang haram jenis Sabu dirumah rekannya bernama Njoto sekitar jam 12.00. " Beberapa saat kemudian pelaku disergap oleh petugas yang mengaku dari Polda Jatim, yang berjumlah tiga orang, dua Laki-laki dan satu perempuan, pelaku akhirnya diringkus," ungkap Sleman warga Jurangsari kepada Pojok Kiri, kemarin.
             Sleman menambahkan, 3 orang yang mengaku Polisi Polda itu langsung meringkus MA bersama perempuan tersebut, sementara Njoto pemilik rumah melihat ada penggrebekan dia berhasil kabur dari TKP. Setelah ditangkap, oleh petugas, MA sempat dibawa ke keluarganya, yakni ibu MA yang saat itu sedang beraktifitas membuka warung di jalan Raya Pungging.
            Siti Aminah, ibu MA membenarkan bahwa anaknya bersama satu perempuan telah ditangkap 3 orang yang mengaku dari Polda Jatim. " Saat itu sempat mampir ke warung saya, perempuan yang turut ditangkap tersebut turun dari mobil Jazz warna merah dan mengatakan, tolong bu disediakan uang Rp. 50 juta, biar MA dilepas, saya juga menyediakan Rp. 50 juta, jadi totalnya Rp. 100 juta," ungkap Siti aminah menirukan perkataan perempuan yang ikut diringkus tersebut.              
              Anehnya, melalui SMS juga telp dengan menggunakan No. HP : 08161512XXXX, oknum yang mengaku anggota Polda tersebut selalu komunikasi dengan keluarga korban yakni ibu dan anak MA. Masih kata Siti Aminah, saat anaknya dibawa sampai ke kota Krian juga sempat dihubungi lagi agar secepatnya disiapkan uang sejumlah Rp. 50 juta untuk tebusan. " Mereka mengatakan anak saya lagi diajak makan sore di Krian," ungkapnya.
               Mulanya, Siti Aminah meragukan jika yang menangkap anaknya itu Polisi dari Polda. Ia sempat meminta tolong kenalannya untuk mengechek kebenarannya. Akhirnya kenalan Siti melakukan kordinasi dengan petugas Polres Mojokerto. Hasilnya, ternyata benar, dari kontak yang dilakukan dengan salah seorang petugas Polda Jatim, dibenarkan memang pada Kamis (18/10) siang ada penangkapan pelaku narkoba di Mojokerto.
              Siti mengatakan, begitu anaknya dibawa sampai ke Medaeng sempat dirinya dihubungi lagi oleh oknum petugas tadi.  " Saya mengatakan saya masih usaha cari uang, ini uang masih ada Rp. 10 juta, masih cari tambahan, dan saya dengan kebingungan harus cari tambahan biar ngumpul sesuai permintaan yakni Rp. 50 juta, " urainya.
             Begitu ia menerima telepon terakhir dari 'petugas' itu Siti masih diberi kesempatan cari uang hingga tengah malam. " Akhirnya saya berusaha dengan anak- anak saya yang lain harus mengumpulkan uang sejumlah Rp. 50 juta, setelah uang saya penuhi anak saya dilepas malam itu juga," beber Siti Aminah.
             Tak hanya Siti Aminah, anak MA inisial FN juga membenarkan jika ayahnya sudah dipulangkan setelah neneknya membayar sejumlah uang Rp. 50 juta  kepada 3 petugas yang mengaku dari Polda Jatim. Uniknya, penyerahan itu kabarnya dilakukan di mapolda Jatim. (wo/brd)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas