RUNNING NEWS :
Loading...

Pansus DPRD Jombang Kaji Perubahan Perda Restribusi RSUD Ploso

Baca Juga


Jombang, Pojok Kiri
DPRD Kabupaten Jombang mengkaji terhadap perubahan Perda Nomor 5 tentang restribusi di RSUD. Oleh sebab itu, untuk merubah perda sudah dibentuk panitia khusus (pansus) beberapa waktu yang lalu. Pansus restribusi melakukan rapat dengar pendapat dengan bagian hukum, Setdakab jombang dan pihak menejement RSUD Ploso. Perubahan perda restribusi ini lebih fokus pada restribusi yang ada di RSUD Ploso.
Menurut Ketua Pansus tentang Perda Restribusi, Wulang Suhardi perubahan perda ini jangan sampai memberatkan masyarakat. Maka dari itu pansus akan terus mengkaji draf yang akan dipakai dalam perubahan. “Tujuan dari dilakukan perubahan tentunya untuk menyempurnakan perda nomor 5 tentang restribusi, dengan adanya perubahan ini, akan membawa efek yang positif pada PAD kabupaten Jombang akan meningkat” ujar Wulang, Rabu (24/10/2018).
Masih menurut Wulang, perubahan perda ini akan berpengaruh pada tipe RSUD ploso, yang mana semula bertipe D akan berubah menjadi tipe C. "Sebab dalam perubahan restribusi tersebut akan menjadi pertimbangan karena harus melihat perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal diutara sungai Brantas,” ujar Wulang.
Dalam hal ini, Tim Pansus akan segera melakukan studi banding ke daerah lain yang memiliki RSUD sama persis dengan RSUD Ploso. Selain itu, tim pansus juga akan untuk perubahan perda ini bisa disahkan pada akhir tahun. Oleh karena itu, pihaknya juga akan melakukan kajian naskah akademik tentang hal tersebut dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, serta dari Bagian Hukum Pemerintah Pemkab Jombang. “Nanti kita kita bawa studi banding yang ada di daerah Sleman, Jogjakarta,” ujar politisi dari PDIP tersebut.
Sementara itu, Direktur RSUD Ploso, dr Widi Cipto Basuki, saat dikonfirmasi mengatakan terkait penyampaian perubahan perda tersebut lantaran ada beberapa alasan, yang beberapa diantaranya adalah masalah tarif, serta adanya perkembangan tenaga spesialis. “Dulu tidak ada dokter syaraf, sekarang ada. Dulu ada dokter bedah sederhana, sekarang ada dokter bedah yang bisa melakukan operasi mini,” tandas dr Widi. (fer)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas