RUNNING NEWS :
Loading...

Pernah Jual Kambing Saat Diundang Acara Televisi

Baca Juga


 Kisah Zainatul Hayat, si Pemilik Suara Emas

Situbondo, Pojok Kiri-
Tak disangka, bocah pemilik suara emas, Zainatul Hayat, mulai menjadi perbincangan publik. Bocah asal Dusun Deddhek Desa Tanjung kamal Kecamatan Mangaran, Situbondo ini kini terkenal, setelah videonya viral di media sosial.



Bahkan, bocah ini sempat diundang ke acara Kontes Dangdut Indonesia (KDI) sebagai bintang tamu.



Tak seperti anak SD pada umumnya, yang biasanya menghabiskan waktu dengan bermain. Bocah yang kerab dipanggil Ina, lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar. Bahkan,  saat wartawan koran ini mendatangi kediamannya, penyanyi cilik ini tidak ada di rumahnya. Melainkan, sedang mengerjakan PR di rumah temannya.


Beruntung, Salamah (50) sang nenek, segera menjemput Ina. Puteri pasangan Supriyadi dan Nur Kholifah itu pun dibawa pulang, dengan dibonceng sepeda motor. Kepada koran ini, Ina bercerita bahwa karir bernyanyinya dimulai sejak kelas dua SD.



Saat itu, ia diminta mengikuti lomba bernyanyi oleh gurunya. Al hasil cukup membanggakan. Berkali-kali ikut lomba, Ina selalu mendapatkan juara.



“Selain lomba, saya juga sering bernyanyi di acara-acara hajatan warga. Kadang duet sama ayah. Bahkan pernah juga diundang untuk nyanyi di acara pernikahan, hingga Surabaya. Biasanya setiap kali diundang, diberi uang Rp500 ribu. Dan uang itu untuk nenek” ucap Ina.


Beberapa minggu yang lalu, Ina sempat diudang ke acara televisi, KDI sebagai bintang tamu. “Disana saya bernyanyi dan bertemu dengan artis-artis terkenal. Sepeti Ayu ting ting, kak Delima, kak Igun dan bunda Iis,” ucapnya.


Tak hanya itu, Senin (22/10) mendatang, Ina diminta kembali ke Jakarta lagi. “Katanya saya mau tampil di acara televisi. Kalau nggak salah di Hitam Putih atau Uya Kuya,” paparnya.


Ina mengaku bangga dirinya bisa terkenal. Dia berharap, cita-citanya untuk menjadi penyanyi hebat, dapat segera terwujud. “Saya bernyanyi diajari ayah. Kalau lagu yang paling saya sukai, adalah lagu oleh-oleh,” ucapnya.


Tak hanya bakat dalam bernyanyi saja, di sekolah, Ina ternyata merupakan bintang kelas. Ina pun beberapa kali mendapat penghargaan dan beasiswa. “Kalau di sekolah saya sering dapat juara satu,” pungkasnya.


Salamah, nenek Ina mengaku, selama ini cucunya itu sudah tidak tinggal dengan ibunya. Sebab, sejak Ina kecil, ayah dan ibunya sudah bercerai. “Memang Ina juga tinggal bersama ayahnya. Namun untuk biaya hidup dan sekolah Ina, dari kerja keras kakeknya. Meskipun kadang, ayah Ina  juga sering memberi uang kepada Ina,” ucapnya.


Hanya saja, sekitar 4 yang lalu, kakek Ina mendadak struk dan tidak bisa bekerja. “Sejak saat itulah, Ina  memenuhi kebutuhannya sendiri dengan upah hasil dia bernyanyi,” ucapnya.


dikatakan, ketika ada undangan ke Jakarta, kadang Ina tidak memiliki uang sebagai bekal. “Untung saja ada kambing hadiah lomba bernyanyi, dari Radio damai. Kambing itu yang kemudian dijual untuk bekal Ina ke jakarta waktu itu,” ucapnya.


Sementara, uang hasil tampil di KDI, kata Salamah, belum diterimanya. “Katanya mau ditransfer. Namun sampai sekarang belum kami terima. Kemudian tadi nelpon dan bilang akan ditransfer tanggal dua,” paparnya.


Ironinya, meski Ina putra daerah Situbondo memiliki prestasi yang sangat membanggakan, tak ada satupun pihak Pemerintah Kabupaten maupun Desa, yang peduli.


"Ya saya selama ini, cucu saya kalau ke jakarta untuk biaya kadang pinjam sama tetangga. Sampai menjual gelang saudara dari saya dan jual kambing. Darimana lagi saya dapat uang, kalau tidak pinjam,” pungkasnya, menutup pembicaraan. (asr/ lah)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas