RUNNING NEWS :
Loading...

Program Getar Desa Bondowoso Dapat Penghargaan dari Gubernur Jatim

Baca Juga

Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin saat menerima penghargaan dari Gubernur Jatim, Sukarwo. (sam)

Bondowoso, Pojok Kiri- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bondowoso, menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) atas program Gerakan Kesetaraan Berbasis (Getar) Desa.



Penghargaan ini sebagai Top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Timur, untuk kategori Kolaborasi dalam Kegiatan Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Penghargaan diberikan langsung oleh Gubernur Jatim Soekarwo kepada Bupati KH Salwa Arifin, dalam Otonomi Award 2018 di Surabaya.



Salwa, panggilan akrabnya, kepada awak media menuturkan, dalam program Getar Desa, warga belajar diberi keterampilan. Sehingga bisa mengembangkan diri membuka usaha kecil. Inilah yang membuat program tersebut mendapat respon dengan baik dari Pemerintah Provonsi Jatim.



“Inovasi Pemkab Bondowoso menjadikan Program Getar Desa sebagai instrumen memberikan keterampilan. Sehingga menjadi mandiri yang melatari diperolehnya penghargaan itu,” kata Salwa.



Untuk informasi, pada Juli 2017 lalu Pemkab Bondowoso melaunching program Getar Desa. Tujuan dari gerakan ini untuk meningkatkan kualitas SDM. Dengan indikator, semakin tinggi pendidikannya, maka semakin tinggi kualitasnya.



Disamping itu, mengutip penyampaian Kepala Disdikbud Bondowoso, Endang Hardianti saat launching program ini, pendidikan di Bondowoso yang menjadi tolak ukurnya adalah rata-rata lama sekolah.



Sementara, berdasarkan data yang diperoleh dari TNP2K, angka rata-rata lama sekolah, untuk usia 25 tahun ke atas, di Bondowoso mencapai 5,57 persen. Artinya kalau dirata-rata, penduduk Bondowoso masih banyak yang buta huruf dan ada yang belum tamat SD.



“Kita ingin tingkatkan, inginnya bisa tujuh lah (angka rata-rata lama sekolah). Sekaligus meningkatkan IPM Bondowoso. Goal yang ingin dicapai, menanggalkan predikat Bondowoso Kabupaten Tertinggal,” kata Endang.



Dalam program tersebut, sebanyak 23.714 orang usia produktif 25–45 tahun, di Bondowoso, akan menjadi calon warga belajar dalam Gerakan Pendidikan Kesetaraan Berbasis Desa (Getar Desa) tahun ajaran 2017/2018.



Rinciannya, paket A yakni 1.803 atau 102 kelompok, Paket B sebanyak 13.583 atau 499 kelompok, dan Paket C berjumlah 6.006 orang atau 280 kelompok. Tenaga pengajar atau tutor yang terlibat sebanyak 4.201 orang dari PGRI.



Calon warga belajar ini, merupakan masyarakat yang memiliki persoalan. Seperti warga yang tidak bisa sekolah di pagi hari karena bekerja, atau mereka yang usianya lebih dari usia sekolah. (Advertorial/ sam/ lah)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas