RUNNING NEWS :
Loading...

Sebelas Kali Beraksi, 'Predator' Anak Di Bawah Umur Diringkus

Baca Juga

Tersangka saat ditanya langsung oleh Kapolresta, kemarin. (dhi)

Mojokerto, Pojok Kiri
                Petualangan Muh Aris (20) memperkosa anak di bawah umur di Kota Mojokerto, akhirnya berakhir. Itu setelah karyawan bengkel las ini terekam kamera CCTV saat menaklukkan korban terakhirnya.
Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono mengatakan, Arif telah memperkosa sebanyak sebelas anak di bawah umur. Arif terakhir kali melakukan perbuatan bejatnya di perumahan Citra Surodinawan Estate Kec. Prajurit Kulon pada Kamis (25/10) sekitar pukul 16.30.
                Saat itu, korban yang sedang bermain sendirian di depan rumahnya, didatangi oleh tersangka. Lantaran kondisi sepi, pemuda asal Dusun Mengelo, Desa/Kec. Sooko, Kab. Mojokerto itu menarik paksa korban ke rumah kosong tak jauh dari lokasi.
" Mulut korban dibekap kemudian dibawa ke rumah kosong. Korban lalu diperkosa," kata Sigit pada konferensi pers di kantornya, Jalan Bhayangkara, Senin (29/10).
              Akibat diperkosa Aris, korban mengalami pendarahan pada alat vitalnya dan trauma psikologis.  Orang tua korban pun melapor ke Polresta Mojokerto di hari yang sama sekitar pukul 21.00. " Kami temukan petunjuk dari rekamam CCTV di gang rumah korban. Dari situ kami berhasil identifikasi tersangka," ujarnya.
            Sehari berselang, Jumat (26/10) lanjut Sigit, pihaknya meringkus Aris di bengkel las Desa/Kec. Sooko tempat tersangka bekerja. Rupanya tak hanya sekali tersangka menjalankan aksi serupa. Kepada penyidik, Aris mengaku telah memperkosa sebelas anak-anak di Kota Onde-onde dan Kabupaten Mojokerto. Perbuatan berjat itu dilakukan tersangka sejak tahun 2015.
" Tersangka ini predator anak. Modusnya dengan mencari korban sepulang kerja. Tersangka berupaya mendekati korban saat situasi sepi, kemudian melakukan pemaksaan, tanpa iming-iming apapun," terang Sigit.
               Aksi pemerkosaan terhadap anak-anak itu, kata Sigit, dilakukan Aris di empat lokasi berbeda. Antara lain di masjid Mengelo Desa/Kec. Sooko serta rumah dan lahan kosong di wilayah Kecamatan Prajurit Kulon.
" Motif tersangka adalah dorongan pribadi karena seringnya melihat adegan pornografi di ponsel dan warnet," ungkapnya.
              Akibat perbuatannya, tambah Sigit, Aris dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) dan Pasal 82 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. "Ancaman hukumannya minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun penjara," tegasnya. Atas kejadian ini, Sigit mengimbau warga meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Dia juga meminta pengelola warnet untuk memblokir konten pornografi. " Warga yang merasa anaknya menjadi korban supaya tak segan melapor," cetusnya.
            Sementara tersangka mengaku menyukai anak-anak lantaran dia tak mampu untuk mendekati perempuan dewasa. "Sama orang dewasa tak ada yang mau. Saya sudah kapok nonton porno," tandasnya. Mengharapkan kepada orang tua yang miliki anak putri diharapkan memberikan pengawasan yang lebih dan selanjutkan memberikan putra putrinya pendidikan yang baik, tidak mendekati orang yang tidak dikenal agar terhindar dari perbuatan serupa.
            Kapolres mengharap ini kejadian terakhir, karena di tahun ini sudah enam kejadian terkait pencabulan yang terjadi terhadap anak di bawah umur. " Kami harap pula kepada awak media untuk meberitakan kepada masyarakat jangan sampai takut atau malu, apabila anaknya menjadi korban, harap melaporkan ke Polres Mojokerto Kota,’’ imbaunya.
            Masih kata kapolres, upaya yang dilakukan Polres Mojokerto Kota guna mencegah terjadinya korban pencabulan anak dibawah umur lagi, akan melakukan koordinasi dengan Instansi terait dan pesan Kamtibmas kepada para pemilik warnet di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota agar menutup dan memblokir konten film porno. (dhi)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas