RUNNING NEWS :
Loading...

Terdakwa Kasus Penipuan Jual Beli Tanah Warisan, Juga Ketua Lakpesdam NU Sidoarjo.

Baca Juga

Terdakwa Badrus Zaman , kasus penipuan jual beli tanah warisan, saat menjalani sidang di PN.Surabaya.


Surabaya, Pojok Kiri

Badrus Zaman, Terdakwa kasus penipuan jual beli tanah warisan, diketahui merupakan  ketua dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (PP Lakpesdam NU) wilayah sidoarjo.

Hal itu dibenarkan oleh istri terdakwa yakni, Suhartiningsih. Badrus Zaman juga pernah menjabat sebagai Ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jatim.

"Mas Badrus ketua Lakpesdam NU sidoarjo saat ini" Kata Suhartiningsih pada awak media.

Suhartini menegaskan, perkara yang membelit suaminya hingga masuk ranah hukum Pengadilan Negeri Surabaya, disebutnya sebagai tindakan pendzoliman.

" Kita sudah terdzolimi perkara tentang hutang piutang dengan modus Perikatan Jual beli, karena dibebankan ke nota Rp. 1,250 Milyar, kita tidak terima sama sekali uangnya" ungkapnya.

Masih kata Suhartin, bahwa suaminya dibebankan dengan bunga tinggi gaya renten, oleh beberapa orang yang disebutnya sebagai pendana. Ia kembali menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak menerima uang yang dituduhkan.

"Saya sudah print out Bank, juga nanti untuk pembuktian bahwa kami tidak terima uangnya sama sekali,Rentetannya panjang itu masih ada pendana 1,2 dan 3 modus rentenir bunga tinggi" papar Suhartiningsih.

Dikutip dari dakwaan Jaksa, Badrus Zaman telah mentransaksikan obyek tanah warisan SHM No. 284 dengan Ridwan Tantomo senilai Rp.1,2 Milyar, tanpa sepengetahuan ahli waris lain.

Saat mentransaksikan obyek tersebut, Terdakwa mengaku sebagai ahli waris tunggal dari H. Abdurrahman, pernyataan itu bahkan dilegalisasi oleh Notaris Christina Inawati dan ditandatangani.

" Pernyataan itu juga ditandatangani oleh istri terdakwa " kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Usman.

Pada tanggal 19 Juli 2016, terdakwa dan Ridwan Tantomo lalu melakukan pengesahan transaksi dengan membuat akte Jual beli dikantor notaris Endah Larasati, di Pondok Sidokare Asri Blok AX nomer 12, Sidoarjo.

Setelah semua proses jual beli itu selesai, obyek SHM Nomer 284 itu ternyata masih dalam penguasaan H. Nasir. Yang juga merupakan salah seorang ahli waris dari H. Abdurrahman. Padahal terdakwa sudah diberi uang sebesar Rp. 300 juta oleh Ridwan, untuk biaya pengosongan.

Karena tidak bisa menguasai fisik dari tanah yang ia beli, Ridwan akhirnya melaporkan Badrus pada Polisi. Oleh JPU, terdakwa didakwa menggunakan dakwaan pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Adapun ancaman hukuman maksimal pada pasal tersebut ialah 4 tahun hukuman penjara. (sw).

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas