RUNNING NEWS :
Loading...

Wakil Ketua Komisi D, Semua Guru Harus Jalani Psikotest Berkala

Baca Juga


Seringnya Terjadi Kekerasan Terhadap Siswa

Surabaya, Pojok Kiri-Pendidikan sebagai suatu kegiatan yang di dalamnya melibatkan banyak orang,
diantaranya peserta didik, pendidik, adminsitrator, masyarakat dan orang tua peserta didik. Oleh karena
itu, agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien, maka setiap orang yang terlibat
dalam pendidikan tersebut seyogyanya dapat memahami tentang perilaku individu sekaligus dapat
menunjukkan perilakunya secara efektif.
Seringnya terjadi kasus kekerasan terhadap siswa di sekolah yang dilakukan oleh guru, memang ada
baiknya penerapan psikotes terhadap guru disekolah Surabaya. Ide ini dilontarkan oleh Wakil Ketua
Komisi D DPRD Kota Surabaya Junedi, mendorong agar Dinas Pendidikan Kota Surabaya melakukan
psiko test terhadap guru disekolah lingkungan Pemkot Surabaya secara berkala. "Psiko test ini penting
untuk mengukur tingkat emosional guru, mungkin saja mereka punya masalah dirumah yang kemudian
terbawa saat mengajar disekolah" ujar Junedi.
Guru dalam menjalankan perannya sebagai pembimbing, pendidik dan pelatih bagi para peserta

didiknya, tentunya dituntut memahami tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-
orang yang terkait dengan tugasnya,–terutama perilaku peserta didik dengan segala aspeknya–,

sehingga dapat menjalankan tugas dan perannya secara efektif, yang pada gilirannya dapat
memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.
Psiko test ini untuk melengkapi uji kompetensi yang selama sudah dilakukan terhadap tenaga pendidik.
Tindakan kekerasan terhadap murid di Surabaya terakhir terjadi belum genap sepekan lalu. Tiga siswi
SMPN 44 Surabaya mengaku menjadi korban kekerasan guru di sekolahnya.Mereka mengaku ditampar
serta dipaksa untuk menggigit kaus kaki serta sepatunya. Kekerasan tersebut dilakukan oleh satu di
antara guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia berinisial RR. Akibat peristiwa ini pihak
Dispendik Kota Surabaya memberikan sanksi terhadap oknum guru itu dengan tidak boleh mengajar dan
memindah tugaskan sebagai staf di kantor Dispendik Kota Surabaya.
Lebih lanjut, politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat ini menyamakan psiko
test ini dengan yang sudah dilakukan Polri terhadap anggota yang layak memegang senjata api. Psiko
Test ini dilakukan berkala, minimal setahun sekali. "Kita akan mendorong Pemkot Surabaya melakukan
itu, nanti kita akan sampaikan kepada Dinas Pendidikan Kota Surabaya" janjinya.
Sementara itu pihak Inspektorat Pemkot Surabaya menilai kalau tindakan oknum guru termasuk dalam
kategori pelanggaran berat. Junedi menyayangkan peristiwa tersebut mengingat Surabaya sebagai
penyandang Kota Layak Anak. "Setiap tenaga pendidik di Surabaya harus bisa menjadi pelengkap
predikat itu" jelas Junaidi.(Gat)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas