RUNNING NEWS :
Loading...

Baru Selesai Dibangun, Atap Pasar Wringinanom Jatibanteng Ambruk

Baca Juga




Situbondo, Pojok Kiri- Baru saja selesai dibangun, Proyek Revitalisasi Pasar Pasar Rakyat Desa Wringinanom Kecamatan Jatibanteng, beberapa hari lalu sudah ambruk. Diduga, ambruknya atap Pasar Wringinanom ini, karena kesalahan konstruksi alias gagal konstruksi.



Sebagian pihak bahkan menuding, pihak rekanan pelaksana tidak memiliki tim ahli, yang memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dan Sertifikasi Ketrampilan (SKT). Bahkan, santer warga mengatakan, material yang digunakan jauh dari kelayakan.



Sehingga pihak pedagang, saat ini trauma dan takut menempati pasar tersebut. Meski yang ambruk saat ini, hanya bagian atap kanopi saja. “Masih untung mas, cuma kanopinya yang ambruk. Jangan–jangan lainnya, nanti ikut ambruk. Makanya para pedagang disini takut,” kata Marto, warga di sekitar Pasar tersebut.



Lanjutnya, pembangunan pasar tradisional ini sejatinya pro rakyat, serta menjadi tempat usaha yang aman. Sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, bukan malah sebaliknya.



“Bayangkan saja, ketika pekerjaan berlangsung, kami tidak melihat adanya tim ahli. Termasuk juga pengawas yang berkompeten. Papan kegiatan saja disembunyikan dari publik,” imbuhnya.



Sementara itu, Kades Wringinanom, Sahrudin mengaku tidak tahu menahu tentang proyek tersebut. Lantaran pihak kontraktor dikenal sebagai orang dekat Pejabat penting di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo.

 

Bahkan, ketika ditanya tentang keluhan warga terkait penggunaan material jauh dari layak, direnya enggan menjawab dan menyarankan menghubungi pihak pelaksana saja.



Hingga kejadian ini, menarik perhatian serius LSM Situbondo Investigasi Jejak Kebenaran (Siti Jenar). Eko Febrianto, Ketua LSM Siti Jenar mempertanyakan kualitas proyek yang baru selesai dibangun itu, tapi sudah ambruk. Meski tidak menelan korban jiwa, katanya, kejadian ini menimbulkan kecemasan bagi para pedagang.



“Ini merupakan peristiwa yang kedua, dalam minggu ini. Sebelumnya, proyek di Panapan Sopet Kecamatan Jangkar, menelan 1 korban jiwa. Formulanya hampir sama, para pekerja tanpa diberikan jaminan keselamatan seperti Jamsostek. Lantaran premi dibayarkan ketika pencairan dana saja,” terang Eko, panggilan akrabnya.



Menurut Eko, upaya memberikan kesejahteraan ekonomi melalui proyek pasar ini, ternodai. Mekanisme proses lelang tender, hingga garapan proyek, sangat diragukan kualitas dan keabsahannya.



“Apa bukan petaka, kalau ambruknya kanopi itu pada saat aktifitas jual beli dipasar, sedang berlangsung. Hingga kapan TP4D mau melindungi kontraktor nakal,” ungkapnya, seraya bertanya. (asr/ lah)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas