RUNNING NEWS :
Loading...

Bocah Sepulang Ngaji Mengaku Diculik

Baca Juga

Petugas periksa TKP rumah kosong, dan (inzet) MA dan ibunya. (ist)


Lolos dengan 2 korban lainnya

Mojokerto, Pojok Kiri

               Pengakuan MA (9) warga Dusun Trenggumung, Desa Tambak agung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, tiba-tiba menggegerkan warga sekitarnya. Pasalnya, bocah kelas V SDN 1 Jabon ini mengaku sempat diculik dua orang yang tak dikenal.
             Sebelumnya, anak ini memang dikabarkan menghilang pada Minggu (4/11) usai mengaji di Dusun Tegalsari, Desa Jabon, Kec. Mojoanyar jam 15.00 dan baru di temukan sekitar pukul 18.00. Bocah ini mengaku sempat dibawa oleh dua orang ke sebuah rumah kosong di sebuah perumahan Griya Permata Meri, Blok A2, Nomer 34, Kec. Kranggan, Kota Mojokerto.
            Korban lolos dari penculikan sesaat pelaku akan mengambil tali dan lakban.
Anugerah mengatakan, dirinya pulang ngaji sekitar pukul 16.45, tiba-tiba ditepuk pundaknya oleh pelaku di Dusun Tegalsari, Desa Jabon, Kec. Mojoanyar, Kab. Mojokerto. Satu pelaku berpura-pura bertanya alamat Meri dan meminta antar ke korban.
             MA menambahkan jika pelaku ada dua orang dengan mengendarai motor Honda Beat pretelan. Ia dibawa ke Perumahan Griya, korban menaiki sepeda ontel sedangkan kedua pelaku membuntutinya di belakangnya. Sesampainya di Perumahan Griya Permata Meri, ia dibawa ke rumah kosong yang berwarna merah muda. “ Gubuknya kecil, lantainya dari tanah dan warna pink,” tambahnya.
         Ciri-ciri kedua pelaku mengendarai motor Honda Beat protolan, satunya ada tato dan bekas jahitan di pipi. Anugerah mengaku tak sendiri, ada dua anak juga yang lebih dulu berhasil dihipnotis oleh kedua pelaku tersebut. “ Dua teman yang di dalam gubuk, disekap tiga menit lalu kita sama-sama  lari keluar,” tukasnya.
           Petugas Polres Mojokerto yang menerima laporan dari keluarga MA, langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) yakni di Dusun Tegalsari, Desa Jabon, Kec. Mojoanyar dan Perumahan Griya Permata Meri, Kota Mojokerto guna melakukan penyelidikan.
             Menanggapi kejadian ini, Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M Sholikin Fery, mengaku, pihaknya sudah melakukan pengecekan dan olah TKP di lokasi yang digunakan untuk membawa korban, namun tidak ditemukan bukti pendukung seperti yang dialami dan diceritakan korban.
           Bahkan mulai dari lokasi awal mula dibawa, hingga di lokasi sebuah rumah kosong yang di maksud korban berada di perumahan Griya Permata Meri, Blok A2 nomer 34, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. " Kami masih meminta keterangan dari orang tua dan si anak tersebut, " jelasnya, kepada awak media, kemarin.
             Sebelumnya A mengaku lolos dari penculikan oleh dua pria tak dikenal di Mojokerto. Interogasi ini, lanjut Fery, masih pada tahap penyelidikan. Menurut dia, tahapan ini ditempuh lantaran terdapat beberapa bagian kisah penculikan yang disampaikan si anak tak sesuai dengan fakta di lapangan.
          Salah satunya kisah anak itu yang mengaku melihat ada 2 anak yang disekap penculik di dalam rumah kosong di Blok A2 No 34, Perumahan Griya Permata Meri, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
              " Kisah ada dua anak kecil di dalam rumah itu dia mengakui hanya mengarang cerita. Menurut dia, dia hanya dibawa ke rumah itu. Di situ dia disuruh pelaku ngomong ke orang-orang kalau diculik, lalu dilepas, itu saja," terangnya.
           Kejanggalan berikutnya, menurut Fery, terkait kondisi rumah kosong yang disebut anak itu menjadi lokasi penyekapan. Hasil pemeriksaan hingga dini hari tadi pukul 02.00, dipastikan tak ada orang yang belum lama ini masuk ke dalam rumah tersebut.
           " Faktanya di rumah itu tak ada orang masuk. Pintu penuh sarang laba-laba, tak rusak, lantai berdebu tak ada bekas tapak kaki. Kondisi di dalam rumah tak sesuai yang dia ceritakan. Kata dia ada kursi, minuman, lampu. Faktanya tak seperti itu, rumah itu kosong, tak ada tanda-tanda orang masuk belum lama ini," ungkapnya.
            Ternyata rumah tersebut tidak ditempati sama sekali. Tidak ada bukti pendukung bahwa ada orang yang pernah masuk ke situ. Oleh sebab itu, tambah Fery, pengakuan anak itu sempat diculik dua pria tak dikenal, hingga kini belum bisa dipastikan kebenarannya. " Kami akan perdalam lagi apa yang disampaikan korban. Karena sampai sekarang hanya sebatas pengakuan dari si anak kecil ini saja," pungkasnya. (wo/dhi/*)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas