RUNNING NEWS :
Loading...

Diduga Putus Asa, Warga Jati Tambang Gantung Diri Hingga Tewas

Baca Juga

Caption; Warga memberikan pertolongan pada Lutfi. (sam)


Bondowoso, Pojok Kiri-
Kondisi ekonomi yang sangat sulit seperti saat ini, kadang membuat orang mengambil jalan pintas. Jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya, karena sudah putus asa.



Kejadian mengharukan ini terjadi di RT.01/01 Desa Jati Tamban Kecamatan Wringin, Kamis (08/11) malam sekitar pukul 19.00 Wib. Lutfi alias Pak Yud (50) tewas dengan cara gantung diri.



Yang menemukan pertama kali adalah ibunya sendiri, Amyani alias Bu Lutfi. Diceritakan Bu Lutif, malam itu, sekitar pukul 19.00 Wib Lutfi minta dibelikan pentol  di rumah tetangga, yang tak jauh dari rumah korban.



Tanpa perasaan curiga, si ibu pergi membeli pentol.  Selang beberapa menit, Bu Amyani melihat lampu diruang tamu padam. Amyani mencoba menghidupkan lampunya kembali.



Amyani terkejut, karena ternyata anaknya sudah meninggal dunia, dengan cara gantung diri. Secara spontan dia menjerit minta tolong. Dalam waktu sekejab warga berdatangan.



Pada saat baru dilepas dari tali yang digunakan untuk menggantung, tubuh korban masih dalam keadaan hangat namun sudah lemas dan nyawanya tidak tertolong lagi.



Kepala Desa Jati Tamban, Sugianto, tidak menyangka warganya mengahiri hidupnya dengan cara gantung diri. Karena almarhum tekun beribadah, alumni sebuah Ponpes, dan pernah menjadi guru ngaji.



“Saya kaget ketika mendapat informsasi Lutfi meninggal dunia dengan cara gantung diri. Karena dia taat beribadah, pernah mondok, dan pernah menjadi guru ngaji,” kata Sugianto.



Setelah Lutfi terserang penyakit ayan, lanjutnya, berhenti menjadi guru ngaji. Kalau sudah kambuh, dia seperti orang linglung tidak sadarkan diri. Mungkin itu penyebabnya, sehinga dia memutuskan bunuh diri. (sam/ lah)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas