RUNNING NEWS :
Loading...

Dinas Pertanian Tertutup, Camat dan Kades Ikut Bungkam

Baca Juga

Caption; Bantuan ayam joper, sebelum didistribusikan. (fur)


Bantuan Ayam Bekerja di Bondowoso Disalahgunakan?

Bondowoso, Pojok Kiri- Dugaan penyalahgunaan bantuan Ayam Jowo Super (Joper) dalam Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) 2018, dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI, yang didistribusikan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mulai menguat.



Program ini terkesan ditutup-tutupi Dinas terkait, yakni Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Bondowoso. Padahal faktanya, banyak persoalan di lapangan, mulai dari lambannya dan dugaan bancakan dana pengadaan kandang, hingga banyaknya ayam yang mati usai didistribusikan.



Penelusuran Pojok Kiri, Kabupaten Bondowoso mendapatkan bantuan ini yang tersebar di semua desa pada 3 Kecamatan. Yakni, Kecamatan Binakal 8 desa, Kecamatan Grujugan 11 desa dan Kecamatan Sumberwringin 6 desa. Tercatat ada 11.365 rumah tangga miskin (RTP) sebagai penerima manfaat.



Sugeng, Koordinator program Bekerja Kabupaten Bondowoso mengatakan, penanggungjawab program adalah Dinas Pertanian setempat. Sementara Camat dan Kepala Desa (Kades) selaku penanggungjawab sesuai tingkatannya masing-masing.



“Penanggungjawab program adalah dinas Pertanian Bondowoso. Sedangkan di kecamatan adalah camat. Di desa ada Kades, sebagai penanggungjawab, semua ber-SK pejabat diatanya,” jelas Sugeng, singkat.



Namun Sugeng enggan menjelaskan lebih detail, siapa pihak yang mendistribusikan ayam tersebut. Alasannya, program tersebut dari Kementan RI langsung, sehingga proses tendernya di Kementerian. Sementara dinas terkait, hanya menjalankan programnya.



Sementara, Kepala Distanhut Bondowoso, H Munandar pun sulit dihubungi dan kerap menghindar, saat hendak dikonfirmasi persoalan program tersebut.



Padahal banyak temuan di lapangan, mulai dari banyaknya ayam yang mati. Bahkan ada sejumlah penerima, yang 50 ayam bantuan mati semua, usai didistribusikan. Belum lagi, adanya dugaan penyalahgunaan pengadaan kandang ayam. Sebab diketahui, anggaran kandang tersebut sebesar Rp500 ribu per RTM penerima.



Misalnya, sejumlah penerima seperti yang terjadi di Desa Bendelan Kecamatan Binakal, hanya diberi uang Rp70 ribu dan disuruh membuat sendiri. Ada lagi warga yang menerima kandang dengan kondisi jelek, namun ditarik biaya Rp15 ribu untuk transportasi.



Informasinya, untuk pengadaan ayam joper dan pakan di Kabupaten Bondowoso ini, menelan anggaran yang bersumber dari APBN, hampir mencapai Rp40 Miliar. Itupun belum termasuk anggaran untuk pengadaan kandang, kisaran mencapai Rp5 Miliar lebih.



Disebut-sebut, pemenang tender pengadaan ayam dan pakan adalah CV Sila Kelima, yang beralamat di Kota Surabaya. Sayangnya, hingga kini pihak CV belum berhasil dikonfirmasi. Sehingga belum diketahui, apakah ayam yang mati itu akan diganti atau bagaimana? (fur/ lah)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas