RUNNING NEWS :
Loading...

Dipolisikan Anggotanya, Ketua DPRD Jombang Santai Saja

Baca Juga


Ketua DPRD Jombang Joko Triono, surat yang sempat beredar di medsos. (arf)
Jombang, Pojok Kiri
Diduga telah lakukan perbuatan tak menyenangkan, Ketua DPRD Jombang dilaporkan ke Polres Jombang oleh anggotanya. Pasalnya, sang ketua diduga dengan sengaja menyebarkan surat pemanggilan dari Kejati Jatim yang ditujukan terhadap yang bersangkutan.
Meski demikian, Ketua DPRD Jombang Joko Triono tak mempermasalahkan laporan yang dilakukan koleganya sendiri, Wulang Suhardi. Wulang merupakan anggota DPRD Jombang dari fraksi PDIP, sama halnya dengan Joko Triono. "Tak apa dilaporkan, tinggal kita nanti klarifikasi. Saya tak menyebarkan surat yang dimaksud," ujar Joko, saat dihubungi lewat selulernya, Kamis (1/11/2018).
Diungkapkan, tudingan itu berawal saat dirinya menerima surat pemberitahuan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Sabtu (20/10/2018) lalu. Dalam isi surat tersebut, Ketua DPRD diminta agar menyampaikan kepada yang bersangkutan (Wulang Suhardi) agar hadir pada hari Senin (22/10/2018) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang untuk jalani pemeriksaan terkait kasus KUR (Kredit Usaha Rakyat) Bank Jatim Jombang.
Dari surat tersebut, entah siapa yang menyebarkan hingga media juga mendapatkan kiriman melalui aplikasi media sosial (medsos). "Surat pemberitahuan langsung saya buka, ada lampiran surat panggilan. Kemudian saya kirim surat pemberitahuan lewat WA ke sekwan, kalau surat panggilan tidak karena masih di bandara. Setelah itu, kembali ke Jombang. Saya dikira sebar fitnah dan macem-macem," cerita Joko, seraya menyatakan juga memberitahu ketua DPC PDIP Jombang, Marsaid.
Bahkan, dirinya sempat klarifikasi langsung ke Kepala Kejari Jombang untuk memastikan kebenaran surat tersebut. "Dalam surat panggilan ada nama lain yang bukan anggota DPRD, sehingga perlu saya klarifikasi,"  tandasnya.
Perlu diketahui, Wulang memang sempat melaporkan Joko karena dianggap telah sebarkan surat panggilan Kejati Jatim. Pasalnya, surat yang menyebar di media sosial telah membuat dirinya merasa dirugikan.
Sementara itu, Kasatreskrim AKP Gatot Setyabudi membenarkan adanya laporan tersebut. "Kita masih dalami. Nanti kita juga akan panggil pihak-pihak terkait untuk diambil keterangan. Kemudian dilakukan gelar perkara untuk memastikan bisa dilanjutkan ke penyidikan atau tidak," ujarnya singkat. (arf)


PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas