RUNNING NEWS :
Loading...

Dua Tambak Udang Tak Milik IPAL, Aktivis LSM Ancam Lapor Polda Jatim

Baca Juga

Caption; Limbah dari tambak udang. (asr)

Situbondo, Pojok Kiri- Dua pemilik usaha tambak udang di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terancam pidana. Pasalnya kedua perusahaan tambak itu, diduga tidak memiliki dokumen Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sehingga limbahnya sangat mengganggu dan merusak lingkungan.



Kedua perusahaan tambak itu, berada di dua kecamatan berbeda. Yakni, Tambak Udang Krusta Laksa di Desa/ Kecamatan Mlandingan, dan Tambak Udang Mifa di Desa Peleyan Kecamatan Panarukan.



LSM Situbondo Investigasi Jejak Kebenaran (Siti Jenar), yang dikomandani Eko Febrianto, berencana melaporkan temuannya itu, ke Mapolda Jatim. Sebab bagi Eko, panggilan akrabnya, Polres Situbondo nyata-nyata melakukan pembiaran adanya tambak udang yang membuang limbahnya sembarangan itu.



Sehingga, menurutnya, tak ada lagi kepercayaan bagi Polres akan menindak tegas temuannya itu. “Makanya ini temuan dua tambak udang tak memiliki IPAL, akan kita laporkan ke Mapolda Jatim. Sebab ini ternyata sudah berlangsung lama dan terkesan ada pembiaran dari Polres,” cetus pria berambut pirang ini.



Namun demikian, Eko mengaku masih mengumpulkan sejumlah bukti pendukung untuk memperkuat laporannya tersebut. Apalagi dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, sangat dirasakan. Bau busuk menyengat dan merusak ekosistem laut sekitar.



“Dua tambak ini sudah kami kroscek, keduanya sudah jelas tidak punya IPAL. Limbahnya sangat merusak lingkungan termasuk keberlangsungan biota laut. Pohon bakau banyak yang mati, karena air telah tercemar limbah yang sengaja dibuang dua perusahaan tambak udang itu,” pungkas Eko.



“Ini sudah jelas pelanggarannya, namun sangat mengherankan APH di Situbondo tidak satupun yang menindak. Yakni Kejaksaan dan Kepolisian di Situbondo,” imbuhnya.



Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Situbondo, Kholil mengaku masih akan memberikan warning kepada dua perusahaan tambak udang itu. Dalam waktu dekat, pihaknya akan turun lansung meninjau lokasi.



"Kita akan segera beri surat peringatan. Kami akan turun langsung melihat perijinannya, apabila ijin tersebut memakai ijin yang lama, maka akan ada sanksi serta perpanjangan akan ditolak,” terang Kholil, saat dikonfirmasi via ponselnya, kemarin (01/11). (asr/ lah)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas