RUNNING NEWS :
Loading...

Pemkab 'Biarkan' Galian C Liar

Baca Juga

Lokasi Galian C Sirtu di Dusun Bringin, Desa Karangdiyeng, Kec. Kutorejo. (ist)


Ijin tak lengkap, Sirtu Dijual

Mojokerto, Pojok Kiri

               Pemkab Mojokerto seolah tak punya 'taring' dalam menertibkan maraknya usaha galian C liar di wilayahnya. Padahal, usaha illegal itu jika dibiarkan, berpotensi sangat merusak lingkungan, karena tidak diawasi secara ketat eksplorasinya. Misalnya saja, yang ada di Dusun Bringin, Desa Karangdiyeng, Kec. Kutorejo. Meski dikabarkan, Pengusahanya sudah mengurus ijinnya ke Pemprov, namun ijin belum lengkap sudah nekat menggali dan menjual sirtunya.
               Salah satu warga setempat kepada koran ini mengaku, dirinya sudah hampir sepekan ini melihat truk sirtu lalu lalang dari lokasi galian di Dusun Bringin. " Tak kurang sehari bisa sampai 60 truk keluar dari lokasi galian itu, " tuturnya kepada Pojok Kiri, kemarin. Padahal, di lokasi ini belum mengantongi ijin resmi. " Kabarnya Pengusahanya mengaku sudah punya ijin eksplorasi dari Pemprov Jatim, " sambungnya.
               Harusnya, menurut aturan resmi, ijin eksplorasi hanya memperbolehkan Pengusahanya menata lokasi galian. Sebelum ijin lengkapnya diterbitkan, Pengusahanya dilarang menjual hasil sirtunya keluar. Lalu kenapa Pengusahanya berani melakukannya ? Masih menurut warga tadi, diduga karena di lokasi galian sering terlihat ada oknum aparat berseragam yang terkesan sengaja 'ngepam' di lokasi.
              Dikonfirmasi hal ini,  Achmad Anwar, Pengusahanya membenarkan jika usaha galian C sirtu di Dusun Bringin, dirinya yang mengelola. Ditanya soal ijin, ia mengaku masih mengurusnya dan kini dalam proses di Pemprov Jatim. " Saya akui meski masih ijin eksplorasi, hasil galian sirtunya terpaksa saya jual keluar, tapi saya baru buka dua hari ini kok,, " elak Mantan Kades Karangdiyeng ini, ditemui di kediamannya, Rabu (7/11) siang.
             Pengusaha 'kawakan' yang sudah lama malang melintang di usaha galian sirtu di wilayahnya ini, membantah kalau ada tudingan selama ini ada oknum aparat yang seolah 'back up' di lokasi galiannya. " Tidak ada itu, kalau ada backing malah enak, saya lebih berani beroperasi, " akunya. Sementara itu, keterangan yang dihimpun di lokasi menyebutkan, jika harga sirtu kini mencapai Rp. 650 ribu/rit.
             Jika potensi hasil sirtu dari lokasi ini sehari mencapai 60 rit, sudah bisa dibayangkan pendapatan Pengusahanya bisa meraup tak lebih Rp. 40 Juta dalam sehari saja. Pendapatan yang sangat besar ini, untuk sementara bisa seluruhnya dinikmati Pengusahanya, tanpa dibebani pajak, karena belum berijin. Sementara, Kepala Bapenda Kab Mojokerto, Drs. H. Teguh Gunarko, MM saat ditemui koran ini beberapa waktu lalu mengaku pihaknya tidak bisa memungut pajak retribusi kepada usaha galian C liar di wilayahnya.
             " Itu tanggung jawab Kepolisian dan Satpol yang bisa menertibkannya kami hanya bisa memungut retribusi di usaha galian C resmi saja, " katanya sembari menyebutkan, dari banyaknya usaha galian C di wilayah ini, hanya sekitar 20 Pengusaha saja yang mengantongi ijin resmi. (bardiyono)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas