RUNNING NEWS :
Loading...

Proyek Jalan Dukuh Ngarjo Disoal Warga

Baca Juga

Puluhan warga saat 'ngluruk' ke Kantor Desa Dukuh Ngarjo, malam pekan kemarin. (ist)


 Diduga Mark Up dan Bocor Rp. 101 Juta

Mojokerto, Pojok Kiri

               Sejumlah tokoh dan warga Desa Dukuh Ngarjo, Kec. Jatirejo, Kab. Mojokerto, mempersoalkan proyek Peningkatan Jalan Lingkungan di Desa mereka senilai Rp. 439 Juta. Pasalnya, dari hasil pengamatan mereka, proyek yang dibiayai dari Dana Desa (DD) 2018 tersebut, diduga sengaja di mark Up. Akibatnya, ada dana yang bocor sekitar Rp. 101 Juta.
              " Yang kami persoalkan, pengerjaan proyek tersebut tidak swa kelola, melainkan sengaja di serahkan pihak ketiga (CV), " ungkap Muji, toko warga setempat, kepada Pojok Kiri, kemarin. Ini dibuktikan, dari bocoran bukti data transfer uang senilai Rp. 300 Juta ke rekening salah satu Sekdes tetangga. " Warga bisa mengerjakannya jika dilibatkan, kalau hanya membeli beton K nya, kenapa harus menyuruh orang lain, " sesal Muji lagi.
             Itu sebabnya, terkait masalah ini, puluhan warga, malam pekan kemarin sempat 'ngluruk' ke Kantor Desa setempat. Mereka mendesak Kadesnya, Ali Irsyad, untuk transparan terhadap penggunaan semua anggaran Desa serta meminta agar proyek jalan cor itu di swa kelola. " Saat itu Pak Kades sempat mengatakan jika proyek itu di swa kelola, namun Pak sekdes justru mengakui sebaliknya, " sambung Muji sembari menyoal, saat itu proyek jalan tersebut tiba-tiba saja mandeg.
            Namun begitu 'didemo' warga, kini tiba-tiba dilanjutkan lagi. Muji kemudian membeber data RAB (Rencana Anggaran Belanja) Proyek tersebut. Disana ditulis, anggaran proyek. dibiayai Dana Desa Rp. 439, 3 juta. Proyek jalan itu sepanjang 538 meter dengan lebar berkisar 3.70 dan 4 meter. " Harga per M3, beton K tertulis Rp. 1.156.632,-, padahal harga di pasaran tidak sebesar itu, " urai Muji seraya dibenarkan, H. Nurrochman, tokoh warga lainnya.
           Menurut Abah Nono, panggilannya, ia sempat mendapat informasi dari rekannya, jika harga bahan beton K di pasaran sebenarnya sebesar Rp. 820 ribu per M3 nya. " Harga itu sudah  langsung dari perusahaan pemasok bahan Beton K yang mensuplai proyek jalan itu, " katanya. Dari fakta ini, masih kata Muji, jika dihitung berarti ada mark up anggaran, mencapai Rp. 336 ribu/M3 nya. " Jika dikalikan dengan kebutuhan proyek sebanyak 303 M3, berarti ada anggaran yang bocor mencapai Rp. 101 Juta, " duganya.
           Sayangnya, saat hendak dikonfirmasi terkait temuan warganya ini,  Kades Dukuh Ngarjo, Ali Irsyad, S.Pd.I, tidak ada ditempat, kemarin. Begitu juga saat ditelepon di HP nya, tidak diangkat. Sementara, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kab Mojokerto, Ardi Sepdianto, mengatakan, bisa saja proyek di Desa yang didanai Dana Desa di sub kan. " Namun itu terpaksa, jika pihak desa tidak mampu mengerjakannya, " jelasnya.          
           Penjelasan ini bertolak belakang dengan penegasan Menteri Desa Pembangunan Deerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri PDT) Eko Putro Sandjojo. Dalam keterangannya ke media beberapa waktu lalu ia meminta kepada seluruh Kepala Desa untuk menggunakan dana desa secara swakelola atau padat karya.
           " Semua proyek pembangunan yang menggunakan dana desa tidak boleh pakai kontraktor. Kalau kalian pakai kontraktor nanti akan berurusan dengan penegak hukum," tegas Eko Putro Sandjojo saat kunjungan kerja ke Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu.
             Menurutnya, penggunaan dana desa yang dilakukan secara swakelola tersebut akan mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan di pedesaan karena warga desa bisa mendapat upah dari pekerjaan secara swakelola. " Nanti akan ada SKB 4 menteri atau Perpres, bahwa semua proyek dari dana desa harus dilakukan secara swakelola. tidak boleh pakai kontraktor," tandasnya. (brd/dhi/*)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas