RUNNING NEWS :
Loading...

Rencana Penambangan Galian C di Desa Kukusan Ditolak Warga

Baca Juga




Situbondo, Pojok Kiri-
Warga Desa Kukusan Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menolak aktivitas tambang bahan galian C, yang ada di daerahnya. Rencananya, hasil tambang bahan galian C ini akan digunakan untuk kebutuhan material pembangunan jalan tol Probolinggo - Banyuwangi (Probowangi), yang saat ini mulai digarap.



"Warga Kukusan akan menolak aktivitas penambangan. Karena itu akan memberi dampak buruk bagi warga sekitar, seperti mengurangnya debit air dan tanah longsor," kata Taufik, warga Kukusan, Rabu (31/10) lalu.



Taufik menjelaskan, meskipun lahan tersebut saat ini sudah dibeli pelaku usaha tambang yang diketahui asal Kota Sidoarjo. Namun saat perjanjian jual beli, di atas lahan seluas kurang lebih 100 hektar itu, akan ditanami pepohonan, bukan aktivitas penambangan.



"Tanah itu berada di ketinggian, dan di daerah itu banyak terdapat sumber airnya. Semua warga Kukusan menggantungkan kebutuhan air dari sana," terangnya.



Tak hanya itu, warga akan bersikukuh menolak jika penambangan tetap dilakukan, sekalipun telah mengantongi ijin. Baik ijin dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.



Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Situbondo, Holil mengaku, kemarin pihaknya tengah melakukan uji publik terhadap pengajuan ijin usaha penambangan galian C, di Desa Kukusan tersebut.



"Kita melibatkan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Satpol PP, Kepolisian, pengusaha yang mengajukan ijin, Camat dan masyarakat setempat untuk memberikan masukan terkait rencana aktivitas penambangan ini," tutur Holil.



Ia juga meminta kepada para pengusaha pertambangan di Situbondo, untuk segera mengurus perijinan secara lengkap, terutama dokumen lingkungan yang dipersyaratkan. Itu dilakukan karena dimulainya pembangunan tol Probolinggo - Banyuwangi (Probowangi) yang memunculkan banyak para pelaku usaha pertambangan, bermunculan untuk menyediakan material tol.



"Meskipun permohonan ijin lingkungan tidak mensyaratkan untuk memperoleh persetujuan warga sekitar. Namun harus tetap dilakukan agar kegiatan pertambangan, tidak merugikan dan dapat diterima oleh warga yang tinggal di area pertambangan," tuturnya.



Karena pada dasarnya pertambangan akan merubah bentang alam, dan pada akhirnya warga sekitar yang akan menanggung dampaknya. Holil menambahkan, bahwa aktivitas penambangan boleh dilakukan asalkan sesuai dengan kaidah-kaidah dengan tidak merusak lingkungan.



Seperti melakukan rehabilitasi sumber air, melakukan penanaman kembali, mengantisipasi dampak air hujan dan memperhatikan maayarakat sekitar agar tidak terdampak akibat penambangan.



"Penambangan pada dasarnya diijinkan, asalkan rencana tata ruangnya sudah sesuai. Karena untuk melakukan penambangan ada teknologinya, ada ilmunya. Masalahnya, penambang ini tidak taat aturan," tandasnya. (asr/ lah)
Area lampiran

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas