RUNNING NEWS :
Loading...

Salahi Batas Izin Tinggal, Tujuh WNA Asal Mesir dan India Dideportasi Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak.

Baca Juga

Tujuh warga Negara Asing Asal India dan Mesir, akan dideportasi kenegaranya masing-masing, oleh Kantor Imigrasi Tanjung Perak



Surabaya, Pojok Kiri

Tujuh warga Negara Asing Asal India dan Mesir, akan dideportasi kenegaranya masing-masing oleh Kantor Imigrasi klas 1 Tanjung Perak Surabaya.semuanya diduga menyalahi batas izin tinggal di Indonesia.

Mereka yang dideportasi oleh Kantor Imigrasi Klas 1 Tanjung Perak Surabaya, Dua orang WNA, Nashr Habshy Ali Abdel Rahman (64) dan Ahmed Muhammed Hassan (44) tercatat sebagai Warga Negara Mesir.

Sedangkan lima orang lainnya, Shaik Soheil (21), Landa Khrisna (23), Vishal Singh (26), Dharma Varapu Appalaraju (26) dan Muhammed Sameer (22) kelimanya merupakan Warga Negara India.

Ketujuh warga negara asing itu bekerja sebagai kru di sebuah kapal berbendera Mesir, MV. Zack Bachacha 1, GT 416. Milik keagenan PT Java Ocean/Owner, Bachacha Marine Works LTD.

Kepala Divisi Imigrasi Jawatimur Zakaria menyatakan dalam konferensi pers nya pada hari Jumat, ketujuh orang WNA itu telah melanggar pasal 78 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

"Sesuai ketentuan pasal 78 ayat (3), keberadaan orang asing di wilayah Indonesia melebihi izin tinggal yang diberikan kepadanya, harus dilakukan tindakan Administratif atau Deportasi" ungkap Zakaria, di Kantor utama sekaligus tempat pelayanan keimigrasian umum Jl. Darmo Indah 21 Surabaya, Jumat (2/11/2018).

Zakaria juga menegaskan, Tujuh WNA itu masuk ke wilayah Indonesia menggunakan Visa kunjungan [Wisata], sedangkan masa berlaku untuk izin tinggal pada visa tersebut menurut Zakaria, adalah 30 hari.

Selain dideportasi ke negaranya, Tujuh WNA itu juga akan dikenakan Sanksi administratif berupa Penangkalan masuk ke wilayah teritorial Indonesia.

"Otomatis, mereka akan disanksi berupa Penagkalan selama 6 bulan" Kata Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Klas I, Tanjung Perak Surabaya, Romi Yudianto, didampingi Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan, Washington Napitupulu.

Pihak Imigrasi Tanjung Perak untuk sementara waktu menitipkan ke tujuh WNA itu dirumah detensi Imigrasi Bangil, sambil menunggu proses pemulangan mereka dilaksanakan. (sw).

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas