RUNNING NEWS :
Loading...

Warga Penerima Resah, Puluhan Ayam di Desa Bendelan Mulai Mati

Baca Juga


Bondowoso, Pojok Kiri- Dugaan penyalahgunaan bantuan Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) 2018 dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Bondowoso, makin menguat. Sebelumnya, di Desa Bendelan Kecamatan Binakal, Bondowoso Jawa Timur, adanya warga yang terdaftar dalam program tapi tak menerima bantuan.



Kini berkembang, kekecewaan warga penerima di desa yang sama, lantaran ayam yang diterima bukan malah menunjang ekonomi, malah menambah masalah baru. Puluhan ayam yang diterima warga masing-masing 50 ekor ayam jowo super (joper), setiap harinya mati satu persatu.



Bahkan, ada salah satu warga penerima seluruhnya 50 ekor ayamnya mati semua. Sehingga kini yang tersisa adalah kandang yang baru diantarkan pihak desa. Tentu, bantuan yang tujuannya menunjang agar Rumah Tangga Miskin (RTMis) menjadi Rumah Tangga Makmur (RTMak) di Desa Bendelan, tampaknya gagal.



Dilain pihak, Kepala Desa (Kades) Bendelan Kecamatan Binakal, Abdul Hamid membantah jika pihaknya dibilang tidak mendistribusikan bantuan tersebut terhadap RTM bernama Rahmad, warga Dusun Masjid di RT.07.



Bahkan, Kades Hamid, panggilan akrabnya, sedikit mengancam wartawan media ini. Namun ketika hendak dikonfirmasi lebih lanjut terkait pendistibusian Ayam Joper di desanya, Hamid malah tidak merespon.



“Jangan main-main kamu, telusuri dulu yang atas nama Rahmad. Soalnya ada dua nama Rahmad di RT.07. Yang atas nama Rahmad, soalnya sudah nerima bantuan tersebut, apa bisa dipertanggung jawabkan berita ini?,” cetusnya dihubungi via WhatsApp ponselnya, beberapa hari lalu. (fur)



Dana Pengadaan Kandang Diduga Jadi Bancakan



BANYAKNYA kekecewaan warga penerima bantuan 50 ekor ayam jowo super (joper), dalam program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) 2018 dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Bondowoso, kian berkembang.



Juga sebelumnya, ada warga yang terdaftar, namun tak menerima bantuan di Desa Bendelan Kecamatan Binakal.



Kini, warga mengeluhkan pengadaan kandang ayam, yang baru didistribusikan oleh pihak desa. Bahkan ada RTM yang membuat sendiri, karena pihak desa hanya menyediakan kayu, karpet, dan paku setengah kilogram. Serta uang tunai sebesar Rp70 ribu.



Mirisnya lagi, sejumlah RTM diharuskan membayar sebesar uang Rp15 ribu, untuk setiap kandang yang disediakan pihak desa, sebagai uang transport.



Sementara itu, Koordinator Jabatan Fungsional Dinas Pertanian Bondowoso, Sugeng BR mengatakan bahwa pengadaan sarana dan prasarana berupa kandang, telah dianggarkan dengan pembuatan kandangnya.



Pihak pengelolaan kandang tersebut,  adalah Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK), yang dibentuk oleh Kepala Desa (Kades) masing-masing desa yang mendapatkan program.



“Pihak kementan menganggarkan sebesar Rp500 ribu setiap unitnya, yang keuangannya ditransfer oleh pihak Kementan ke UPKK, melalui bank jatim,” tegasnya.



Pembentukan UPKK, lanjut Sugeng, diberikan penuh kepada Kades. Namun setiap UPKK tidak boleh melebihi 100 RTM. “UPKK yang telah terbentuk, kemudian membuat kandang sesuai spesifikasi yang telah ditentukan,”pungkasnya.



Data Dinas Pertanian Bondowoso, Jumlah total penerima bantuan Bekerja di Kabupaten Bondwoso mencapai 11.365 RTM. Setiap RTM, mendapatkan ayam 50 ekor, pakan dan obat-obatan serta kandang. (fur/ lah)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas