RUNNING NEWS :
Loading...

Warga Tanami Jalan Letkol Sumardjo

Baca Juga

Bunga ini menjadi rambu agar pengendara roda dua menghindari jalur maut di jalan Letkol Sumardjo. (tri)
Dinilai Picu Kecelakaan 

Mojokerto, Pojok Kiri

               Revitalisasi jalan Letkol Sumardjo Kota Mojokerto yang digelar sejak sebulan lalu akhirnya berujung persoalan. Sejumlah warga menancapkan beragam tanaman dan bak sampah diempat titik main hole atau bak kontrol sudetan saluran avur, persis ditengah jalan. Tindakan warga dan aktivis lalu lintas ini diambil sejak keberadaan bak kontrol yang dalam tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
                " Sudah empat warga saya jadi korban (laka lantas, red). Gara-garanya bak itu terlalu dalam sejak jalan tersebut ditinggikan, " papar Wuliyono, seorang ketua RW di lingkungan Kelurahan Suratan, Kecamatan Magersari, kepada awak media, kemarin. Tokoh masyarakat ini mengungkapkan keberadaan bak kontrol yang berada ditengah jalan tersebut menimbulkan bahaya terutama bagi pengendara roda dua.
                " Karena lokasinya yang berada ditengah jalan bak kontrol itu membahayakan. Sebelumnya pun, bak tersebut banyak yang jebol karena tak kuat menahan beban kendaraan bertonase berat.  Apalagi sekarang aspalnya telah ditinggikan, " imbuhnya. Selanjutnya, katanya,  sejumlah warga menempatkan berbagai tanaman termasuk bak sampah untuk menandai obyek rawan tersebut." Dikasih warga dan aktivitas lalu lintas tanaman. Biar nggak makan korban lagi, " tandasnya.
                Wuliyono menuturkan tak hanya membahayakan, bak kontrol tersebut membuat jalan raya tersebut krodit."Kalau ada acara di daerah sekitar mengingat ditempat itu ada gereja dan kantor BPPKA maka jalan tersebut sudah dapat dipastikan krodit. Ini yang terjadi, " keluhnya.
Tindakan warga ini telah diantisipasi pihak pemerintahan berwenang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mojokerto, Mashudi mengemukakan pihaknya telah menegur rekanan terkait kejadian ini.
               " Kami sudah menegur rekanan agar menyelesaikan persoalan ini, dan kami berharap segera ditindak lanjuti. Itu perlu dievaluasi metode pengerjaannya, tidak bisa seperti itu, " kata Mashudi kesal.
Menurut ia, rekanan berdalih menunggu plat beton baru. " Pihak rekanan mengatakan kalau menunggu plat beton baru. Lah untuk utu,  butuh menunggu umur beton kuat yakni 2 minggu. Sementara saat ini rekanan berjanji membuatkan gril besi sampai menunggu beton kuat terus dipasang tutup. Kini masih dalam masa pengerjaan," tambahnya.
                 Sementara itu dilapangan, tanaman dan bak sampah masih menjadi alternatif untuk menandai black spot tersebut. Sejak ditinggikan,  timbul cekungan sedalam sekitar 10 cm diarea bak kontrol sehingga membahayakan pengendara jalan. Praktis pemandangan ini menimbulkan kesan kumuh. Dan sayangnya lagi,  media kesulitan menemukan informasi papan proyek jalan ini. Sehingga pihak rekanan tidak dapat dikonfirmasi. (tri)

PASURUAN

 
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Alamat Redaksi :
Jl Gayungsari Timur No.35
Surabaya,Jawa Timur
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
Atas